Rabu, 03 Agustus 2011

Soksi Minta Parpol Tak Pertajam Perbedaan

Soksi Minta Parpol Tak Pertajam Perbedaan

Senin, 7 Maret 2011 | 17:32

JAKARTA- Ketua Umum Depinas SOKSI Ade Komarudin meminta partai politik tidak terus menerus mempertajam perbedaan dan tidak boleh terjebak pada pencapaian persamaan untuk kekuasaan semata, melainkan mencari titik persamaan untuk menyelesaikan persoalan bangsa, negara dan rakyat.

"Parpol tidak boleh terjebak pada pencapaian persamaan untuk kekuasaan semata, melainkan mencari titik persamaan untuk menyelesaikan persoalan bangsa, negara dan rakyat," kata Ketua Umum Depinas Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Ade Komarudin di Jakarta, Senin (7/3).

Lebih lanjut Ade menyambut positif pernyataan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie bahwa Golkar tidak mempertajam perbedaan, tapi mencari titik persamaan dengan semua elemen bangsa dan kekuatan politik lainnya.

"Karena itu, SOKSI mengimbau kepada semua partai politik agar mengedepankan pencapaian titik persamaan dalam mengelola bangsa ini, jangan justru mempertajam perbedaan seperti yang dikatakan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie," kata Ade.

Dalam mencapai titik persamaan tersebut serta gonjang-ganjing koalisi, tambah Ade, maka partai politik tidak boleh terjebak pada pencapaian persamaan untuk kekuasaan semata, melainkan mencari titik persamaan untuk menyelesaikan persoalan bangsa, negara dan rakyat.

Menurut Ade, jika partai politik tidak bersikap demikian, dampaknya akan mengganggu proses konsolidasi demokrasi karena parpol merupakan pilar demokrasi itu sendiri.

"Rakyat sekarang ini sudah mulai apatis dengan kondisi politik yang diwarnai dengan pembicaraan soal perebutan dan penjatahan kursi kabinet," katanya.

Hal itu sesungguhnya mudah saja bahwa hal itu harus menghormati hak prerogratif presiden yang mengangkat dan memberhentikan menteri.

Menurut Ade, apapun yang dikatakan presiden, parpol harus memahaminya. Karena itu, tambahnya SOKSI menyarankan kepada Presiden SBY dalam mengevaluasi kinerja menteri, harus didasarkan pada titik tolak dan proses pencapaian yang sudah disepakati. Jauhkan dari pertimbangan politik, meski jabatan menteri bersifat politis.

"Sebaiknya pengangkatan menteri harus didasarkan pada profesionalisme figur," kata dia.

Menyinggung soal koalisi parpol yang tergabung di Setgab, Ade Komarudin menyatakan, sampai sejauh ini tidak ada persoalan yang mendasar, karena perbedaan pendapat itu sesuatu yang wajar saja.

"Anggap saja perbedaan pendapat itu sebagai rahmat dalam rangka mencari titik persamaan, bukan masalah mempertajam perbedaan karena bisa menciptakan instabilitas politik. Harus kita akui bahwa persoalan politik bukan semata-mata persoalan berkuasa dan kekuasaan, tapi ada nilai-nilai lain yang jauh lebih mulia yang harus diperjuangkan yaitu peningkatan kesejahteraan umum (bonum publicum)," tegas Ade.

Ade juga mencontohkan, perjuangan Partai Golkar dalam hak angket Bank Century maupun Hak Angket Mafia Pajak semata-mata demi kepentingan dan kesejahteraan rakyat.

"Karena itu, wajar saja bila Partai Golkar tetap konsisten berjuang demi kepentingan dan kesejahateraan rakyat," katanya.

Ade Komarudin menambahkan, Partai Golkar sesungguhnya ingin menunjukkan bahwa politik tidak boleh untuk politik semata, tapi demi sebuah tujuan besar yang kongkret, yaitu peningkatan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia.

"Karena itu, apa yang dilakukan SOKSI sejalan dengan Partai Golkar dalam melahirkan ide -ide besar dan inovatif serta memberikan solusi bagi permasalahan bangsa.

Keberadaan Partai Golkar dalam barisan Setgab akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan rakyat. Itulah sebenarnya yang memotivasi Golkar bergabung dalam Setgab dalam rangka memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan sebaliknya merugikan rakyat. Jadi, apa yang dilakukan Golkar hanya untuk kepentingan rakyat, bukan sekedar mencari kekuasaan," katanya.(ant/hrb)

http://www.investor.co.id/home/soksi-minta-parpol-tak-pertajam-perbedaan/7131

Tidak ada komentar:

Posting Komentar