Soksi NTT Harus Kritis Terhadap Pemerintah
Selasa, 15 Maret 2011 20:58
KUPANG-Fajar Bali | Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) Provinsi NTT, sebagai organisasi kemasyarakatan harus bersikap kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. Soksi juga harus melakukan berbagai kegiatan yang berdampak positip bagi masyarakat setempat.
“Soksi harus memberikan pemikiran-pemikiran cerdas dan solutif untuk bisa memecahkan persoalan-persoalan masyarakat, bukan memberikan masalah baru. Sikap krisits yang diberikan Soksi terhadap pemerintah juga harus dilakukan. Katakan benar kalau itu benar dan salah jika itu salah disertai solusinya,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Soksi, Ade Komarudin saat melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) XXIII Soksi provinsi NTT di Kupang, Senin (14/3) malam.
Ade mengatakan, Soksi yang sudah berusia 51 tahun dan merupakan salah satu KINO (Kesatuan Induk Organisasi) yang ikut mendirikan Partai Golkar, tetap berkomintman kuat untuk berjuang bersama jajaran Partai Golkar untuk memenangkan partai berlambang pohon beringin ini dalam setiap even Politik baik tingkat nasional maupun tingkat daerah.
“Karena itu saya minta supaya Depidar Soksi NTT setelah dilantik, langsung melakukan konsolidasi di tingkat Kabupaten/Kota dan melebarkan sayap hingga kelurahan dan desa. Jika program ini berjalan baik, maka Partai Golkar akan memiliki kader yang semakin banyak,” katanya.
Sementara Ketua Depidar Soksi NTT, M. Gidion Mbilijora menegaskan, organisasi Soksi NTT sebagai organisasi kemasyarakatan tentunya akan terus menyuarakan dan memperjuangkan berbagai kepentingan rakyat. Soksi NTT juga akan tetap bersikap independen dan kritis terhadap kebijakan pemerintah yang tidak berpihak terhadap kepentingan rakyat kecil.
Langkah awal yang akan dilakukan Soksi NTT periode 2011-2016, kata Bupati Sumba Timur ini, adalah melakukan pembenahan terhadap organisasi Soksi NTT yang roda organisasinya mandek setelah Ketua Depidar Soksi NTT, Piet A Tallo, S,H meninggal.
"Kita akan melakukan pembenahan secara internal organisasi karena tidak dapat dipungkiri selama ini roda organisasi Soksi di NTT tidak berjalan semestinya. Ada pengurus cabang yang sudah tidak aktif karena masa kepengurusannya sudah selesai. Kita targetkan dalam waktu enam bulan ke depan semua struktur organisasi soksi di NTT sudah dibenahi," tegas Gidion.
Gidion juga mengatakan, Soksi NTT dengan berbagai keterbatasan akan terus berperan secara aktif dalam proses memajukan daerah ini. “Saya berharap agar seluruh pengurus yang dilantik malam ini untuk bersama-sama kita satu padukan pemikiran kita dan melakukan berbagai aksi nyata. Kita tidak boleh hanya bisa melahirkan pemikiran-pemikiran bernas, tetapi harus dengan aksi nyata sehingga kita bisas menjadi salah satu organisasi modern di NTT,” kata Gidion. (FB/Bon)
http://fajarbali.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=2260:soksi-ntt-harus-kritis-terhadap-pemerintah&catid=90:nusa-tenggara-timur&Itemid=97
Tidak ada komentar:
Posting Komentar