Kamis, 21 Juli 2011

Golkar Krisis Kader

Golkar Krisis Kader

Senin, Nopember 24th, 2008

Jakarta – Pendiri dan Ketua Dewan Penasehat SOKSI Suhardiman mengatakan, Partai Golkar sekarang ini krisis kader yang memiliki kapasitas untuk mampu bersaing dengan kader parpol lain. Indikasinya, sampai saat ini Partai Golkar belum menetapkan calon presiden (capres) yang akan dimajukan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009.

“Realitas politik saat ini menunjukkan bahwa Partai Golkar sedang dalam krisis kader yang dapat dimajukan dalam Pilpres 2009 mendatang. Hal itu diperkuat hasil berbagai survei tentang popularitas dan akseptabilitas tokoh Golkar yang menduduki peringkat atas capres yang diinginkan masyarakat amat minim,” ungkap Suhardiman pada rapat koordinasi pimpinan SOKSI di Jakarta, Minggu (23/11).

Menurut Suhardiman, berdasar survei-survei yang dilakukan sejumlah lembaga penelitian di antara tokoh atau kader Golkar yang popular, Sri Sultan Hamengku Buwono X selalu mendapat peringkat atas. “Kebanyakan tokoh Golkar yang lain hanya dianggap pantas menduduki jabatan wakil presiden saja. Berdasarkan itu juga SOKSI mencalonkan Sri Sultan sebagai capres tentu melalui Partai Golkar,” tegas pentolan SOKSI yang populer disebut ‘dukun politik’ ini.

Anggota Dewan Penasehat SOKSI Mustahid Astari menambahkan, SOKSI akan berupaya meloloskan Sri Sultan sebagai capres melalui mekanisme organisasi Partai Golkar.

“Kader-kader SOKSI banyak yang duduk sebagai pengurus di Golkar, semua kader SOKSI akan memperjuangkan Sultan menjadi capres dari Partai Golkar. Ujiannya mampukah Golkar mencalonkan sendiri. Kalau pada Pemilu legistif Golkar tidak memenuhi 20% kursi DPR atau 25% suara nasional, tentu Golkar akan berkoalisi dengan parpol lain. Tapi yang jelas organisasi politik yang sehat pasti punya dinamika. Tentu dinamika politik di Golkar itu sendiri masih berlangsung,” paparnya.

Menurutnya, mekanisme penentuan capres Golkar akan dilakukan 23 April 2009 setelah pemilu legislatif pada Rapimnas. SOKSI sebagai ormas pendiri Golkar memiliki hak suara di Rapimnas tersebut. “Tapi kalau Golkar tidak mencalonkan Sultan, SOKSI akan membangun komunikasi politik dengan parpol lain dengan membentuk koalisi agar bisa mencalonkan Sultan,” tuturnya.

Ditegaskan, SOKSI memilih Sri Sultan sebagai capres karena didasari pendekatan historis kultural. “Hasil survei berbagai lembaga penelitian juga menunjukkan Sultan memiliki elektibilitas dan aksepibilitas yang tinggi,” ujar mantan Ketua Fraksi Golkar di DPR RI ini.

Sementara Ketua Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI Ali Wongso mengungkapkan, 15 persen atau sekitar 85 orang dari caleg yang diusung Golkar adalah kader SOKSI.

“Saat ini sebanyak 27 kader SOKSI sekarang ada di DPR dan mereka itu juga pengurus di Partai Golkar. Ini menjadi kekuatan SOKSI berjuang melalui kepengurusan agar Golkar mengusung Sultan sebagai capres,” jelasnya. (ARI)
Sumber : jakartapress.com

http://pemilu09.blogdetik.com/tag/soksi/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar