Jumat, 29 Juli 2011

MUNAS IX SOKSI

Ketua Umum Mengerucut

kepada Rusli dan Ade

Ali Wongso, Ketua Depinas SOKSI.
Sabtu, 22 Mei 2010
CISARUA, BOGOR (Suara Karya): Dukungan peserta Musyawarah Nasional (Munas) IX Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) terhadap calon Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI periode 2005-2010 mengerucut pada dua nama, yakni Rusli Zainal dan Ade Komarudin. Keduanya dianggap memiliki kapabilitas, kapasitas, dan integritas untuk membesarkan organisasi SOKSI serta Partai Golkar.

Dukungan kepada Rusli Zainal dan Ade Komarudin yang sama-sama menjabat Ketua DPP Partai Golkar itu terlihat saat pembacaan pandangan umum dari 33 Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI di arena Munas SOKSI, yang berlangsung di Cisarua, Bogor Jawa Barat, Jumat (21/5).

Depidar SOKSI Provinsi Aceh, Provinsi Sulawesi Selatan, dan Depidar SOKSI Provinsi Riau secara resmi mendukung Rusli Zainal. Mereka menyatakan mendukung Rusli Zainal karena Rusli Zainal berhasil sebagai kepala daerah serta berhasil membesarkan Partai Golkar di Provinsi Riau.

Sementara itu, Depidar SOKSI Jawa Timur memberikan dukungan kepada Ade Komarudin. Dukungan serupa juga terus mengalir dari Depidar SOKSI Jawa Barat, Depidar Sumatera Utara (Sumut), Jawa Tengah, Maluku dan DPP Baladhika Karya.
Ade Komarudin dinilai sebagai figur yang bersih dan memiliki prestasi khususnya di bidang politik, antara lain menjabat Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR.

Sementara itu, Ketua Depinas SOKSI Ali Wongso, yang menjadi tim kampanye Rusli Zainal, menjagokan trio Partai Golkar untuk menjadi pemimpin SOKSI periode 2010-2015.

"Saya mengusulkan Rusli Zainal sebagai ketua umum dengan sekjen Bobby Suhardiman. Sedangkan Pak Aburizal Bakrie sebagai ketua dewan pembina," kata Ali Wongso.

Menurutnya, duet Rusli-Bobby akan sangat ideal untuk memimpin SOKSI ke depan. Di samping itu, kata Ali Wongso, jika Rusli Zainal diduetkan dengan Bobby Suhardiman, hal itu akan membuat SOKSI akan semakin solid. "Duet ini akan bisa meneruskan semangat perjuangan pendiri SOKSI, yaitu Profesor Suhardiman, yang ingin SOKSI maju," katanya.

Untuk posisi Ketua Dewan Pembina SOKSI, Ali Wongso siap meminta Aburizal Bakrie agar bersedia dipilih. "SOKSI dan Partai Golkar tak bisa dipisahkan. Sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie tidak bisa dilepaskan dari SOKSI, apalagi Pak Aburizal Bakrie tokoh SOKSI juga," ujarnya.

Rusli Zainal sendiri mengklaim telah mendapat restu dari berbagai pihak yang mendukung pencalonannya itu. Rusli Zainal, yang saat ini juga menjabat sebagai Gubernur Provinsi Riau untuk periode kedua tersebut, menegaskan bahwa berbagai dukungan yang datang berasal dari berbagai penjuru Indonesia.
Ia menegaskan, tetap akan mengikuti segala aturan main dalam pemilihan ketua umum SOKSI.

Di kesempatan terpisah, Ketua Depidar SOKSI Jawa Timur Rendra Kresna mengingatkan, SOKSI harus menolak kader yang dikategorikan sebagai petualang politik dengan berupaya menggunakan cara-cara politik uang serta memanfaatkan SOKSI sebagai perlindungan diri.

"Karena itu, kami mengusulkan Ade Komarudin sebagai ketua umum dan Bobby Suhardiman sebagai ketua dewan penasihat SOKSI periode 2010-2015," kata Rendra Kresna.

Menurutnya, dukungan kepada Ade Komarudin dan Bobby Suhardiman sudah melalui keputusan rapat pleno Depidar SOKSI Jatim pada 14 Mei 2010 dengan berbagai pertimbangan yang matang.

"Kami menilai keduanya merupakan kader SOKSI yang terbaik dan pantas menjadi pemimpin, apalagi kepemimpinan Ade Komarudin sudah teruji dan mampu membawakan SOKSI sebagai salah satu kino Partai Golkar yang konsisten dan memperjuangkan aspirasi rakyat. Sehingga ke depan harus lebih proaktif mengawal Partai Golkar mencapai kemenangan pada Pemilu 2014," ujarnya.

Sementara itu, pemilihan ketua umum Depinas SOKSI bila berlangsung deadlock dimungkinkan diserahkan kepada pendiri SOKSI.

Menurut Pimpinan Sidang Munas SOKSI Laurence Siburia, jika terjadi kebuntuan, maka pendiri SOKSI akan memberikan win-win solution bagi dua calon kuat ketua umum

Depinas SOKSI, yakni Ade Komarudin dan Rusli Zainal.

"Saya meyakini pendiri SOKSI akan merangkul kedua calon ini dalam kepengurusan mendatang," ujarnya.

Menurutnya, kedua tokoh ini merupakan potensi bagi kemajuan SOKSI ke depan, sehingga akan disatukan untuk bersama-sama membesarkan SOKSI dan Partai Golkar.

Sebelumnya sempat terjadi perdebatan seru dalam pembahasan materi munas yang menyangkut Tatib dan Rancangan AD/ART SOKSI. Perdebatan ini sempat diwarnai interupsi.

Salah satu perdebatan krusial menyangkut persyaratan pengurus Depinas SOKSI yang tidak boleh tersangkut kasus hukum dan syarat domisili serta rangkap jabatan.

Akhirnya pimpinan sidang yang dipimpin Ketua Umum Depinas SOKSI Syamsul Muarif membawa masalah pembahasan materi tatib yang mensyaratkan calon ketua umum diserahkan ke komisi organisasi.

Ketua Dewan Penasihat sekaligus pendiri SOKSI Suhardiman mewanti-wanti peserta munas agar tidak melakukan politik uang dalam pemilihan ketua umum. (Rully/M Kardeni)

http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=253654

Tidak ada komentar:

Posting Komentar