Minggu, 31 Juli 2011

DPD I Golkar Pastikan SOKSI Bali Solid

DPD I Golkar Pastikan SOKSI Bali Solid

Monday, September 6 2010 11:45 WIB | Voices of Bali |

Denpasar (Antara Bali) - Ketua DPD I Partai Golkar Bali I Ketut Sudikerta menegaskan hanya ada satu ormas SOKSI dan organisasi pendiri Partai Beringin itu tetap solid di Pulau Dewata.

"Di Bali hanya ada satu SOKSI, yang saya lihat SOSKI di sini tetap solid," tegas Sudikerta, di sela-sela rapat konsolidasi Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) di Denpasar, Senin.

Hanya saja, Sudikerta tidak menjelaskan, ke arah mana dukungan SOKSI Bali mengingat hingga saat ini terdapat dualisme kepemimpinan Dewan Pimpinan Nasional Depinas SOKSI yakni kubu Ade Komarudin dan kubu Rusli Zaenal.

Seperti diketahui pasca munas SOKSI di Jakarta, Mei lalu karena terjadi kekisruhan, dewan pendiri mengambil alih munas hingga terpilih Ketua Umum Depinas SOKSI, Ade Komarudin.

Hanya saja muncul kepengurusan SOKSI yang baru dibawa kepemimpinan Rusli Zainal yang dihasilkan lewat munas lanjutan di Cisarua, Bogor.

Menanggapi dualisme kepemimpinan tersebut, ujar Sudikerta, ia berharap para kader SOKSI agar memikirkan bagaimana membesarkan organisasi kedepan dan segera mengakhiri perselisihan.

Untuk itu, ia sependapat perlunya ditempuh jalur rekonsiliasi dengan meminta masing-masing kubu untuk duduk bersama. "Tentunya kita berharap SOKSI bersatupadu untuk membesarkan organisasi," katanya.

Bagaimanapun, SOKSI yang berperan besar membidani kelahiran Partai Golkar bisa bersama-sama ormas lainnya baik yang didirikan Golkar, maupun yang ikut mendirikan partai berlambang pohon beringin itu.

"Kami berharap "euforia" berdemokrasi yang kerap memunculkan perbedaan pendapat, tatakala proses dinamika demokrasi selesai, ya harus kembali bersatu untuk menjalankan amanat organisasi,"" kata Sudikerta yang juga Wakil Bupati Badung ini.

Sebenarnya ia melihat, jalannya munas SOKSI lalu sudah berjalan cukup demokratis, karena itu Sudikerta selalu mendukung dan mengimbau para kader SOKSI lainnya, agar berfikir secara logis dan legowo dalam menerima hasil "euforia" demokrasi.

"Dalam demokrasi pasti ada yang kalah dan menang, yang menang harus merangkul yang kalah, yang kalah harus legowo menerima kekalahan, untuk kembali bersama-sama turut membesarakan Golkar," ajaknya. (*)

http://bali.antaranews.com/berita/6570/dpd-i-golkar-pastikan-soksi-bali-solid

SBY Mesti Menunjukkan Kepemimpinan Nasionalnya

SBY Mesti Menunjukkan Kepemimpinan Nasionalnya

Polkam / Senin, 30 Agustus 2010 23:49 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Pendiri Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia Suhardiman menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus menunjukkan bobot kepemimpinan nasionalnya terutama dalam menghadapi persoalan dengan Malaysia.

"Presiden SBY harus menunjukkan kepemimpinan nasionalnya dalam memimpin bangsa dan negara, khususnya dalam menghadapi persoalan dengan Malaysia," kata pendiri SOKSI Suhardiman usai buka bersama pengurus SOKSI di Jakarta, Senin.

Menurut Suhardiman, dalam persoalan harkat dan martabat bangsa, Presiden SBY harus bisa bersikap tegas karena rakyat sudah lama menunggu sikap tegas Presiden terutama menghadapi Malaysia yang sering memandang rendah Indonesia.

"Untuk persoalan yang begitu mendasar maka tindakan yang harus dilakukan ada sikap tegas. Persoalan saat ini dengan Malaysia adalah puncak konflik," kata Suhardiman.

Suhardiman mengaku sebagai mantan perwira TNI ada prinsip "Dibunuh atau membunuh" dan dalam kaitan dengan martabat bangsa ini, maka prinsip itu jika perlu diberlakukan.

Ketika ditanyakan kenapa Presiden SBY yang juga mantan petinggi militer tidak bisa bersikap tegas, Suhardiman mengatakan hal itu sudah menjadi pembawaannya.

"Mungkin gaya kepemimpinan Presiden SBY demikian. Itu tak bisa diubah, yang bisa mengubah hanya dirinya sendiri," kata Suhardiman.

Lebih lanjut Suhardiman mengatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, sehingga tak boleh diremehkan oleh negara manapun.

"Dulu zaman Bung Karno saja berani dan mampu kenapa sekarang tak bisa. Jangan mengalah," kata Suhardiman yang masih tetap bersemangat.(Ant/BEY)

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/polkam/2010/08/30/27612/SBY-Mesti-Menunjukkan-Kepemimpinan-Nasionalnya

Giliran SOKSI Miliki Kembaran

Giliran SOKSI Miliki Kembaran

Headlines | Sun, Aug 29, 2010 at 22:02 | Jakarta, matanews.com

Ormas kembar sedang jadi tren. Belum lagi kasus dualisme kepemimpinan HKTI terpecahkan, kini muncul SOKSI tandingan. Rusli Zainal tampil memimpin SOKSI kembaran dan akan mengukuhkan kepengurusan usai Lebaran nanti. Ia menyatakan SOKSI pimpinan Ade Komaruddin ilegal.

SOKSI kembaran ini merupakan buntut dari sikut menyikut politik yang terjadi dalam Munas SOKSI, di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, akhir Juni lalu. Rusli Zainal yang dikehendaki Munas dikabarkan dianulir dan dewan penasihat yang mengambil alih Munas menunjuk Ade Komaruddin sebagai ketua.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, mengabarkan, Rusli Zainal akan mengukuhkan pengurus DPN SOKSI periode 2010-2015 pada akhir September mendatang.

“Kepengurusan SOKSI pimpinan Rusli Zainal adalah kepengurusan yang sah, legal dan legitimate,” kata Ali Mazi di Jakarta, Minggu, 29 Agustus 2010.

Menurut dia, kepengurusan SOKSI yang dipimpin Rusli Zainal dipilih oleh 29 dari 33 Depidar dan 390 Depicab serta ditambah empat lembaga konsentrasi yaitu Baladika, Wirakarya Indonesia, Fokusmaker dan Wanita Swadiri dalam Musyawarah Nasional (Munas) IX lanjutan di Hotel Royal Garden, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, pada akhir Juni lalu.

Berdasarkan AD/ART SOKSI, kata dia, kedaulatan tertinggi berada di tangan anggota melalui forum Munas. Karena itu, Ali Mazi meyakini berada dalam kepengurusan SOKSI yang dipimpin Rusli Zainal sebagai organisasi yang legal dan bisa dipertanggungjawabkan secara konstitusional.

“Saya ikut dalam gerbong kepengurusan Rusli Zainal karena saya yakin legal dan akuntabel,” katanya.

Menurut dia, Rusli Zainal adalah Ketua Umum SOKSI yang sah, legal, dan “legitimate” karena dipilih berdasarkan hasil keputusan munas, bukan atas penunjukkan pendiri SOKSI. (an/ham)

http://matanews.com/2010/08/29/giliran-soksi-miliki-kembaran/

Suhardiman: SBY Harus Tegas dan Tak Mengeluh

http://gresnews.me/topic/Pendiri-SOKSI

Suhardiman: SBY Harus Tegas dan Tak Mengeluh

Polkam / Selasa, 24 Agustus 2010 19:40 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Pendiri Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Suhardiman mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk tidak banyak mengeluh dan bersikap tegas dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

"Menjadi seorang pemimpin pasti banyak tantangan tetapi harus dihadapi dengan senyum jangan banyak mengeluh," kata Suhardiman seusai berbuka puasa bersama di kediamannya di Jakarta, Selasa (24/8).

Menurut Suhardiman, berbagai masalah yang muncul merupakan konsekuensi kehidupan dan sebagai pemimpin menyelesaikan masalah menjadi tugas utama. Karena itu, tambahnya, seorang pemimpin harus bersikap tegar.

"Tidak usah banyak mengeluh, lebih baik berbuat," kata Suhardiman.

Ia menilai pemerintahan Presiden SBY dan Boediono ini terasa sangat lemah. Ia mencontohkan, dalam kasus barter tiga pejabat DKP dengan tujuh nelayan Malaysia. Menurut dia, barter tersebut terjadi akibat lemahnya kepemimpinan.

"Presiden SBY sendiri yang harus tegas. Selama ini kita terlalu banyak mengalah pada Malaysia," kata Suhardiman.

Menurut dia, seharusnya tidak demikian. Suhardiman menjelaskan sebagai mantan prajurit, maka yang harus dilakukan prinsipnya dibunuh atau membunuh. Karena itu tambahnya dalam kasus ini harusnya pemerintah bisa bersikap tegas.

"Pemerintah kita harus tegas tidak ada kata lain, harus tegas," kata Suhardiman.

Sementara mengenai wacana perombakan kabinet terhadap kementerian yang dinilai gagal dalam kasus dengan Malaysia ini, Suhardiman menegaskan, hal tersebut menjadi hak prerogratif presiden. "Soal perombakan kabinet itu hak prerogratif presiden saya tak bisa komentar," kata Suhardiman.

Buka puasa bersama anak-anak yatim piatu tersebut juga dihadiri para pimpinan Depinas dan beberapa pimpinan Depidar SOKSI. Usai berbuka bersama dilakukan dialog dengan pendiri SOKSI Suhardiman.(Ant/BEY)

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/polkam/2010/08/24/27010/Suhardiman-SBY-Harus-Tegas-dan-Tak

DPP Golkar Perhatikan Pernyataan SOKSI

SUARA PEMBARUAN DAILY

DPP Golkar Perhatikan Pernyataan SOKSI

[JAKARTA] Pernyataan salah satu ormas pendiri Partai Golkar, Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) yang meminta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar meninjau kembali dukungannya kepada pemerintah mendapat perhatian. DPP Partai Golkar (PG) akan membahas secara khusus soal ini, meski pun sampai saat ini tetap mendukung pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla.

Demikian dikemukakan Ketua DPP Partai Golkar Theo L Sambuaga ketika ditanya wartawan seusai acara Rakornas bidang Perhubungan, Telekomunikasi dan Informasi serta Badan Informasi Komunikasi Partai Golkar, di Sekretariat DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (25/8) yang dibuka Jusuf Kalla. Menurut Theo, sampai saat ini Partai Golkar tetap memiliki komitmen mendukung dan bersama-sama pemerintahan Yudhoyono-Jusuf Kalla, dengan dukungan yang bersifat kritis dan konstruktif.

Dukungan kritis dan konstruktif itu dilakukan Partai Golkar melalui kader-kadernya di parlemen dan di tengah masyarakat, yakni jika memang ada kebijakan yang tidak sesuai, akan dikritisi. "Jadi bukan seperti digambarkan orang, dukungan tanpa pamrih atau dukungan pejah gesang (hidup mati), tetapi dukungan yang kritis dan konstruktif," katanya.

Soal kegelisahan SOKSI, Theo yang juga Ketua Komisi I DPR mengakui memang sesuatu yang nyata dan ada di kalangan internal Partai Golkar. Ditanya apa dan bagaimana respons Ketua Umum DPP PG Jusuf Kalla yang juga Wapres atas pernyataan SOKSI tersebut, menurut Theo, juga sama. Wapres Jusuf Kalla, kata Theo menilai hal itu sebagai kenyataan yang ada di Partai Golkar dan memperoleh perhatian untuk nantinya dibahas.

Bentuk konkret dukungan kritis dan konstruktif tersebut, menurut Theo, antara lain diperlihatkan PG ketika pemerintah belum optimal dalam kebijakan di bidang pendidikan, kesehatan dan perekonomian. "Jadi program pemerintah yang tidak sesuai kami minta untuk diperbaiki dan itu kami lihat kasus per kasus," kata Theo.

Sementara itu menurut mantan Ketua Umum Partai Golkar, Akbar Tandjung, Sabtu pagi kepada Pembaruan mengatakan pernyataan SOKSI memperlihatkan bahwa ada sesuatu di pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yu- dhoyono - Jusuf Kalla yang perlu dievaluasi dan dikritisi.

"Namun pertanyaannya apakah mungkin Partai Golkar yang ketua umumnya adalah Wapres tidak mendukung pemerintah. Menurut saya itu sesuatu yang tidak mungkin," kata Akbar yang saat ini memimpin Lembaga Pengka- jian Politik, Akbar Tandjung Ins-titut.
Menurutnya, wajar SOKSI sebagai ormas yang menjadi kekuatan politik pendukung pemerintah bersikap kritis dan menilai kinerja pemerintahan saat ini. Apalagi, katanya, banyak disebut pemerintahan ini sering ragu-ragu dan tidak tegas dalam mengambil keputusan atau ketika menjalankan kebijakan.

Persoalannya, menjadi kesulitan tersendiri ketika Partai Golkar yang didukung SOKSI adalah pendukung pemerintahan ini. Begitupun, sikap kritis dari SOKSI dan banyak pihak terhadap pemerintahan ini memang diperlukan untuk menjaga check and balances.
Tidak Berdampak

Menurut Jurubicara Kepresidenan Andi A Mallarangeng, di Kantor Presiden, seusai sidang kabinet, Jumat malam, permintaan SOKSI tersebut adalah persoalan internal di PG. Menurut Andi, sikap SOKSI tersebut tidak akan berdampak pada pemerintahan Yudhoyono-Jusuf Kalla.

Saat ini, katanya, adalah era demokrasi dan dalam pandangannya tidak ada indikasi ke arah penyikapan PG secara institusional. Andi yakin PG tetap akan mendukung pemerintah. "Ketua umumnya saja wakil presiden dan presiden bersama wakil presiden bekerja sama dengan sangat baik," kata Andi. Soal pernyataan SOKSI yang menilai pemerintah selama ini tidak tegas dalam mengambil keputusan dan berbagai kebijakannya, menurut Andi sama sekali tidak benar. Sementara itu, Wakil Sekjen PGr Rully Chaerul Azwar mengatakan, sebagai ormas SOKSI bebas berpendapat. PG belum berpikiran seperti itu. Ketergantungan PG terhadap kinerja pemerintah sangat besar.

Dikatakan, mungkin SOKSI melihat ada keraguan dari Yudhoyono terhadap kesungguhan PG mendukung pemerintah sehingga dalam beberapa hal PG dirugikan. Wacana ini memang berkembang di kalangan sebagian besar kader dan pengurus PG, mengenai untung rugi menjadi partai pendukung pemerintah. "Padahal mana mungkin PG dengan Kalla sebagai wapres tidak sepenuh hati mendukung pemerintah," katanya.

Jadi, lanjut Rully, kalau ada keraguan kalangan tertentu terhadap PG atas dukungannya terhadap pemerintah tidak beralasan.."Tapi bila PG terus menerus dirugikan sehingga sehingga berakibat kinerja PG 2009 terganggu mungkin saja pernyataan SOKSI itu dapat terjadi," tegasnya. [Y-3]

http://202.169.46.231/News/2006/08/26/Nasional/nas01.htm

Serdang Bedagai Jadi Lumbung Soksi

POLITIK & KEAMANAN - Senin 9 Agustus 2010 | 00:55

Serdang Bedagai Jadi Lumbung Soksi

Jakarta, Pelita

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas SOKSI) Ade Komarudin mengaku, terharu dan bangga karena Kabupaten Serdang Bedagai di Sumatera Utara mampu menjadi lumbung basis Soksi.

Saya bangga sekaligus terharu ternyata di Kabupaten Serdang Bedagai mampu menjadi basis Soksi, apalagi Bupati dan Wakil Bupatinya juga adalah kader Soksi, kata Ade Komaruddin saat memberikan sambutan Pembukaan Muscab (Musyawarah Cabang) I Soksi di Kabupaten Serdang Bedagai di Sumatera Utara, Medan, Sabtu (7/8) malam.

Kehadiran Ade Komarudin yang didampingi Sekretaris Dewan Pembina Soksi, Bobby Suhardiman di Kabupaten Serdang Bedagai merupakan kunjungannya yang pertama pascapengukuhan sebagai Ketua Umum Depinas Soksi periode 2010-2015. Acara yang berlangsung meriah itu juga dihadiri Bupati yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Erry Nuradi, Wakil Bupati Soekirman, Sekda Haris Fadilah, Ketua Depidar II Soksi Indra Alamsyah serta para pimpinan ormas lainnya.

Lebih lanjut, Ade Komarudin berharap keberhasilan Kabupaten Serdang Bedagai bisa diikuti oleh daerah-daerah lainnya, sehingga kehadiran soksi benar-benar dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.

Apa yang terjadi di daerah ini merupakan bukti nyata bahwa kehadiran Soksi sebagai ormas yang melahirkan Partai Golkar benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat, kata dia.

Dia juga mengingatkan kepada seluruh kader-kader Soksi bila ingin sukses berorganisasi semuanya sudah harus dilakukan secara by design serta rencana yang terukur, apakah akan menjadi politisi, birokrat, atau pengusaha.

Jika ada kader Soksi yang bercita-cita ingin menjadi politisi dan anggota legislatif, mulai sekarang sudah harus membina daerah pemilihannya, ujar dia.

Paling tidak, kata Ade, apa yang dilakukannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan semuanya direncanakan sejak dini.

Catur Bangkit Soksi
Pada kesempatan itu, Ade Komarudin juga berpesan kepada kader-kader Soksi bahwa Depinas Soksi sudah mencanangkan program Catur Bangkit Soksi demi mensejahterakan masyarakat melalui berbagai program aksi, seperti catur bangkit Soksi dalam masalah konsolidasi organisasi, kaderisasi, programserta kebangkitan dalam merumuskan ide-ide yang kreatif dan inovatif.

Soksi harus mampu melahirkan gagasan serta memberikan solusi menyelesaikan pelbagai persoalan bangsa demi bangsa dan negara, kata dia.

Pihaknya menambahkan, agar kader Soksi mengedepankan prinsip dan etika berdemokrasi, bukan menghalalkan segala cara.

Soksi harus manjadi pelopor untuk menciptakan kepemimpinan yang bersih, tegas dia.
Ketua DPD II Partai Golkar yang juga Bupati Serdang Bedagai Erru Nuradi dalam sambutannya menyatakan, sebagai kader Soksi dirinya merasa bangga dan bisa terpilih sebagai bupati untuk periode yang kedua yang segera akan dilantik.

Sebagai kader Soksi, dirinya juga berharap pemerintah pusat bisa memberikan perhatian yang penuh kepada Kabupaten Serdang yang memiliki potensi di sektor pertanian, pariwisata dan perdagangan.

Saya titip kepada ketua umum Soksi Ade Komarudin untuk membantu daerah ini agar kedepan lebih baik lagi, khususnya dalam pembangunan infrastrukturnya, imbuh dia.(ay)

http://www.harianpelita.com/read/786/1/politik-&-keamanan/serdang-bedagai-jadi-lumbung-soksi/

SOKSI Sergai Harus Banyak Berbuat

SOKSI Sergai Harus Banyak Berbuat

Starberita - Pantai Cermin, Jika ingin memperoleh tempat ditengah kalangan masyarakat partai, maka SOKSI (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) harus banyak berbuat yang menyentuh dengan kepentingan rakyat dan dapat menjadikan SOKSI sebagai perempuan yakni pandai bersoleh sehingga banyak diminati banyak orang.

Ketua Umum Depinas SOKSI Drs. Ade Komaruddin, MH usai membuka secara resmi Musyawarah Cabang I SOKSI Kabupaten Serdang Bedagai, Sabtu (7/8) di Theme Park-Pantai Cermin, Sergai di hadapan 400 kader.

Menurut Ade yang juga menjabat sebagai Ketua DPP Partai GOLKAR, program Aksi SOKSI yang dinamakan “ Catur Bangkit SOKSI ” diantaranya, pemantapan konsolidasi organisasi SOKSI sampai di tingkat basis yaitu di tingkat ranting Desa/Kelurahan

“Peningkatan ekonomi kerakyatan katanya,harus dengan melibatkan perusahaan-perusahaan Negara dan Swasta”.Sedangkan peningkatan kualitas kader SOKSI melalui pendidikan dan latihan politik kader bangsa.ucap Ade.

Pada kesempatan itu Ketua DPD Partai Golkar Sergai yang juga Bupati Sergai tepilih untuk masa jabatan 2010-2015 H. T. Erry Nuradi, menjelaskan tentang peran dan kegiatan-kegiatan SOKSI di Serdang Bedagai yang telah banyak di lakukan untuk kepentingan organisasi dan masyarakat. Untuk itu beliau meminta agar Kabupaten Serdang Bedagai dijadikan sebagai Bumi SOKSI di Sumatera Utara.

Sementara Ketua Depidar SOKSI Sumatera Utara Indra Alamsyah, mengharapkan agar konsolidasi organisasi yang sudah berhasil dilaksanakan oleh Depicab SOKSI Sergai agar terus dilanjutkan.Diminta kepada kader-kader SOKSI Sergai tetap Solid mendukung program-program pemerintah daerah dibawah pimpinan H. T. Erry Nuradi – H. Soekirman.

Sebelumnya Ketua Panitia Pelaksana Muscab M. Faisal Hasrymi. S.Sos melaporkan tentang tujuan penyelenggaraan Muscab, yakni menetapkan Program SOKSI 2010-2015 dan memilih Pengurus Depicab SOKSI Kabupaten Serdang Bedagai, peserta Muscab dihadiri 17 Depiancab SOKSI Kecamatan, 6 Organisasi di bawah naungan SOKSI, Depidar SOKSI Sumatera Utara dan unsur Depicab SOKSI Sergai.

Ketua Depicab SOKSI Sergai terpilih Zulkarnaen Herman dalam Sambutannya menjelaskan tentang perjalanan Organisasi SOKSI di Serdang Bedagai dan telah tuntas melakukan Konsolidasi Organisasi dengan membentuk Depiancab SOKSI 17 Kecamatan, termasuk pembentukan Depiran SOKSI di Desa/Kelurahan, membentuk Organisasi binaan SOKSI seperti WKI, Fokusmaker, WSI, Baladika Karya, HIPENSI dan LAKSWI keseluruhannya telah dilantik secara massal dalam 2 (dua) tahap termasuk pengadaan atribut Organisasinya.

Pada Pemilihan Ketua Depicab SOKSI masa bhakti 2010-2015 seluruh peserta mengajukan 1 (satu) nama calon Ketua, dan secara aklamasi Zulkarnaen Herman terpilih sebagai Ketua SOKSI Sergai priode 2010-2015 sekaligus menjadi Ketua Formateur untuk menyusun pengurus.

Acara itu dihadiri oleh Bupati Serdang Bedagai Terpilih H. T. Erry Nuradi, Sekdakab Drs. Harris Fadillah M.Si, Sekretaris Dewan Pembina SOKSI Tingkat Nasional Bobby Suhardiman, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serdang Bedagai M. Y. Basrun, Ketua Depidar SOKSI Sumatera Utara Indra Alamsyah SE, Ketua Fraksi P. GOLKAR DPRD Sergai H.M. Fuadi Pasaribu, dan Pimpinan Ormas/OKP diantaranya Ormas MKGR, AMPI, PPM, dan Pimpinan Organisasi WKI, Baladika Karya, WSI, Fokusmaker dan LAKSWI Kabupaten Serdang Bedagai, Ketua SOKSI Labura, Asahan, Deli Serdang, Medan, dan Binjai. (andalas/BHI)

http://www.starberita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=8660:soksi-sergai-harus-banyak-berbuat&catid=161:daerah&Itemid=41