Ade Komarudin: Soksi Akan Berkembang di NTT
Ditulis oleh Alex Dimoe
Wednesday, 16 March 2011 07:35
Kupang, NTT Onlinen - Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Sentra Organisasi Kariawan Swadiri Indonesia (Soksi), Ade Komarudin merasa optimistis kalau organiasi itu akan maju dan bekembang di Nusa Tenggara Timur. Soksi harus bangkit dan lebih maju lagi karena organisasi ini yang melahirkan partai Golkar.
"Saya yakin Soksi bangkit dan maju di NTT karena daerah ini cukup potensi dalam sumber daya manusia," kata Ade Komarudin saat acara pelatikan ketua dan badan pengurus Soksi NTT di Hotel Ima Kupang.
Ade Komarudin mengatakan, Soksi sudah berusia 51 tahun sehingga harus ada konsolidasi organisasi dengan benar. Sebab konsolidasi ada manfaatnya untuk partai Golkar. Berikut, konsolidasi Soksi untuk memenangkan golkar tahun 2014. Ia menyampaikan, Soksi NTT akan melakukan pendidikan poltik bagi kader partai golkar.
Pada tempat yang sama,Ketua Soksi NTT, Gidion Mbiliora mengemukakan, sejarah panjang Soksi di Republik ini yakni hanya untuk mempertahankan sistim demokrasi Pancasila. Oleh karena itu, semua kader Soksi hendaknya mematuhi semua rencana dan program organisasi tersebut.
"Soksi NTT bukan sekedar membuat ide, tetapi harus mampu mengembangkan sesuatu sesuai dengan misi Soksi," katanya.
Gidion menyampaikan, Soksi ingin memajukan daerah ini sehingga semua badan pengurus wajib taat kepada Anggaran Dasar dan Anggaran Ruma Tangga (AD/ART) organisasi.
Sementara itu, Ketua panitia pelantikan ketua dan badan pengurus Soksi NTT periode 2011-2016, Bonefasius B. Pukan menyampaikan, pelantikan badan pengurus oganisasi ini berdasarkan hasil Musdalub 23 Soksi XXIII NTGT pada 29 Januari 2011 di Kupang. Pelantikan itu dengan tujuan badan pengurus bekerja lebih baik.
Dalam Musdalub itu, Ketua Soksi terpili, Gidion Mbiliora,Sekretaris Peter Nenohai, dan Bendahara Christina Tallo.
Hadir dalam acara tersebut, Ketua DPD I Golkar NTT, Drs. Ibrahim Medah, Walikota Kupang, Drs. Danial Adoe, anggota DPR RI, Charles Mesang, dan uandangan lainnya.
http://www.nttonlinenews.com/ntt/index.php?view=article&catid=36%3Apolitik&id=9244%3Aade-komarudin-soksi-akan-berkembang-di-ntt&option=com_content&Itemid=59
Rabu, 03 Agustus 2011
Kosgoro 1957 Konsolidasi, SOKSI Kampanye Pembangunan
Selasa, 15 Maret 2011 - 11:42:08 WIB
Kosgoro 1957 Konsolidasi, SOKSI Kampanye Pembangunan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kosgoro - Dibaca: 135 kali
Para anggota Kesatuan Organisasi Serba Guna Gotong Royong (Kosgoro) 1957, diminta senantiasa membesarkan organisasi, menyukseskan program Partai Golkar, dan menjembatani pemerintah dengan rakyat.
Sementara itu, Ketua Umum Depinas Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Ade Komarudin mengimbau semua elite politik menghentikan terbuangnya energi secara sia-sia terhadap isu pecahnya koalisi dan reshuffle kabinet. SOKSI mengampanyekan konsentrasi untuk menyukseskan pembangunan bangsa.
"Kosgoro 1957 harus melaksanakan program partai dan mengkoordinasi masyarakat untuk merealisasikan dana-dana kemasyarakatan dari pusat, termasuk mengawasi dana program PNPM yang nilainya cukup besar," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif Kosgoro 1957 HR Agung Laksono, di sela-sela pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Kosgoro 1957 Sulawesi Selatan (Sulsel) di Makassar, Sabtu (12/3).
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat ini menyebutkan, program konsolidasi Kosgoro 1957 hendakya ditingkatkan.
Musyawarah Daerah Kosgoro 1957 di Makassar, berakhir pada Minggu (13/3) dengan menghasilkan pengurus baru Kosgoro Sulsel, antara lain, ketua terpilih untuk masa bakti 2011-2015 adalah Syahrul Yasin Limpo yang saat ini menjabat Gubernur Sulsel dan Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel.
"Musda kali ini cukup meriah dengan hadirnya Ketua Umum Kosgoro, fungsionaris Partai Golkar Sulsel, Ketua SOKSI Sulsel dan para pimpinan kolektif Kosgoro 1957 dari berbagai daerah di Sulsel," ujar Ketua Panitia Musda Kosgoro 1957 Abdul Latif, kepada Suara Karya seusai pembukaan acara yang dipusatkan di Pantai Losari, Kota Makassar.
Sementera itu, Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Sulsel Syahrul Yasin Limpo, meminta agar semua kader Kosgoro 1957 untuk senantiasa mendekatkan diri pada rakyat agar rakyat bisa merasakan keberadaan Kosgoro 1957 di tengah-tengah masyarakat.
"Pendekatan masyarakat yang perlu dioptimalkan Kosgoro 1957 ke depan, adalah memantapkan program aksi sosial, antara lain donor darah dan memberikan beasiswa kepada anak kurang mampu," ujarnya.
Imbauan SOKSI
Sementara itu, SOKSI terus menggencarkan kampanye pembangunan. SOKSI berharap semua elite politik fokus kepada masalah pembangunan bangsa yang sangat mendesak seperti naiknya harga BBM akibat krisis di Timur Tengah serta ancaman krisis pangan yang menghantui negeri ini.
"Semua pihak harus mencari solusi terbaik menyelesaiakan kedua masalah tersebut. Ada saatnya kita berbeda pendapat, ada saatnya pula mencapai titik temu. Sekarang inilah saatnya mencapai titik temu," ujar Ketua Umum Depinas SOKSI Ade Komarudin dalam siaran pers yang diterima Suara Karya pada acara Pelantikan Dewan Penasehat, Depicab, Depiancab, Baladhika Karya, Wira Karya Indonesia se-Kota Sukabumi masa bakti 2010-2014 di Sukabumi, Minggu (13/4).
Pelantikan yang berlangsung hikmat dan semarak itu dihadiri sekitar 1.500 kader SOKSI. Hadir Plt Sekjen Hakim Kamaludin Ketua Depinas SOKSI Dewi Asmara, Fatahillah Ramli, Itje Siti Dewi Quraisin, Wakil Sekjen Ichsan Firdaus, Wakil Ketua Bendahara Leonard Chandra, Ketua Dewan Penasehat Lili Asdjudireja, Ketua Depidar Jabar Ali Hasan, serta Ketua DPD II Partai Golkar Sukabumi Andri Setiawan Hamami.
(Suara Karya)
http://hpkosgoro1957.com/berita-165-kosgoro-1957-konsolidasi-soksi-kampanye-pembangunan.html
Kosgoro 1957 Konsolidasi, SOKSI Kampanye Pembangunan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kosgoro - Dibaca: 135 kali
Para anggota Kesatuan Organisasi Serba Guna Gotong Royong (Kosgoro) 1957, diminta senantiasa membesarkan organisasi, menyukseskan program Partai Golkar, dan menjembatani pemerintah dengan rakyat.
Sementara itu, Ketua Umum Depinas Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Ade Komarudin mengimbau semua elite politik menghentikan terbuangnya energi secara sia-sia terhadap isu pecahnya koalisi dan reshuffle kabinet. SOKSI mengampanyekan konsentrasi untuk menyukseskan pembangunan bangsa.
"Kosgoro 1957 harus melaksanakan program partai dan mengkoordinasi masyarakat untuk merealisasikan dana-dana kemasyarakatan dari pusat, termasuk mengawasi dana program PNPM yang nilainya cukup besar," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif Kosgoro 1957 HR Agung Laksono, di sela-sela pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Kosgoro 1957 Sulawesi Selatan (Sulsel) di Makassar, Sabtu (12/3).
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat ini menyebutkan, program konsolidasi Kosgoro 1957 hendakya ditingkatkan.
Musyawarah Daerah Kosgoro 1957 di Makassar, berakhir pada Minggu (13/3) dengan menghasilkan pengurus baru Kosgoro Sulsel, antara lain, ketua terpilih untuk masa bakti 2011-2015 adalah Syahrul Yasin Limpo yang saat ini menjabat Gubernur Sulsel dan Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel.
"Musda kali ini cukup meriah dengan hadirnya Ketua Umum Kosgoro, fungsionaris Partai Golkar Sulsel, Ketua SOKSI Sulsel dan para pimpinan kolektif Kosgoro 1957 dari berbagai daerah di Sulsel," ujar Ketua Panitia Musda Kosgoro 1957 Abdul Latif, kepada Suara Karya seusai pembukaan acara yang dipusatkan di Pantai Losari, Kota Makassar.
Sementera itu, Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Sulsel Syahrul Yasin Limpo, meminta agar semua kader Kosgoro 1957 untuk senantiasa mendekatkan diri pada rakyat agar rakyat bisa merasakan keberadaan Kosgoro 1957 di tengah-tengah masyarakat.
"Pendekatan masyarakat yang perlu dioptimalkan Kosgoro 1957 ke depan, adalah memantapkan program aksi sosial, antara lain donor darah dan memberikan beasiswa kepada anak kurang mampu," ujarnya.
Imbauan SOKSI
Sementara itu, SOKSI terus menggencarkan kampanye pembangunan. SOKSI berharap semua elite politik fokus kepada masalah pembangunan bangsa yang sangat mendesak seperti naiknya harga BBM akibat krisis di Timur Tengah serta ancaman krisis pangan yang menghantui negeri ini.
"Semua pihak harus mencari solusi terbaik menyelesaiakan kedua masalah tersebut. Ada saatnya kita berbeda pendapat, ada saatnya pula mencapai titik temu. Sekarang inilah saatnya mencapai titik temu," ujar Ketua Umum Depinas SOKSI Ade Komarudin dalam siaran pers yang diterima Suara Karya pada acara Pelantikan Dewan Penasehat, Depicab, Depiancab, Baladhika Karya, Wira Karya Indonesia se-Kota Sukabumi masa bakti 2010-2014 di Sukabumi, Minggu (13/4).
Pelantikan yang berlangsung hikmat dan semarak itu dihadiri sekitar 1.500 kader SOKSI. Hadir Plt Sekjen Hakim Kamaludin Ketua Depinas SOKSI Dewi Asmara, Fatahillah Ramli, Itje Siti Dewi Quraisin, Wakil Sekjen Ichsan Firdaus, Wakil Ketua Bendahara Leonard Chandra, Ketua Dewan Penasehat Lili Asdjudireja, Ketua Depidar Jabar Ali Hasan, serta Ketua DPD II Partai Golkar Sukabumi Andri Setiawan Hamami.
(Suara Karya)
http://hpkosgoro1957.com/berita-165-kosgoro-1957-konsolidasi-soksi-kampanye-pembangunan.html
Soksi NTT Harus Kritis Terhadap Pemerintah
Soksi NTT Harus Kritis Terhadap Pemerintah
Selasa, 15 Maret 2011 20:58
KUPANG-Fajar Bali | Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) Provinsi NTT, sebagai organisasi kemasyarakatan harus bersikap kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. Soksi juga harus melakukan berbagai kegiatan yang berdampak positip bagi masyarakat setempat.
“Soksi harus memberikan pemikiran-pemikiran cerdas dan solutif untuk bisa memecahkan persoalan-persoalan masyarakat, bukan memberikan masalah baru. Sikap krisits yang diberikan Soksi terhadap pemerintah juga harus dilakukan. Katakan benar kalau itu benar dan salah jika itu salah disertai solusinya,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Soksi, Ade Komarudin saat melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) XXIII Soksi provinsi NTT di Kupang, Senin (14/3) malam.
Ade mengatakan, Soksi yang sudah berusia 51 tahun dan merupakan salah satu KINO (Kesatuan Induk Organisasi) yang ikut mendirikan Partai Golkar, tetap berkomintman kuat untuk berjuang bersama jajaran Partai Golkar untuk memenangkan partai berlambang pohon beringin ini dalam setiap even Politik baik tingkat nasional maupun tingkat daerah.
“Karena itu saya minta supaya Depidar Soksi NTT setelah dilantik, langsung melakukan konsolidasi di tingkat Kabupaten/Kota dan melebarkan sayap hingga kelurahan dan desa. Jika program ini berjalan baik, maka Partai Golkar akan memiliki kader yang semakin banyak,” katanya.
Sementara Ketua Depidar Soksi NTT, M. Gidion Mbilijora menegaskan, organisasi Soksi NTT sebagai organisasi kemasyarakatan tentunya akan terus menyuarakan dan memperjuangkan berbagai kepentingan rakyat. Soksi NTT juga akan tetap bersikap independen dan kritis terhadap kebijakan pemerintah yang tidak berpihak terhadap kepentingan rakyat kecil.
Langkah awal yang akan dilakukan Soksi NTT periode 2011-2016, kata Bupati Sumba Timur ini, adalah melakukan pembenahan terhadap organisasi Soksi NTT yang roda organisasinya mandek setelah Ketua Depidar Soksi NTT, Piet A Tallo, S,H meninggal.
"Kita akan melakukan pembenahan secara internal organisasi karena tidak dapat dipungkiri selama ini roda organisasi Soksi di NTT tidak berjalan semestinya. Ada pengurus cabang yang sudah tidak aktif karena masa kepengurusannya sudah selesai. Kita targetkan dalam waktu enam bulan ke depan semua struktur organisasi soksi di NTT sudah dibenahi," tegas Gidion.
Gidion juga mengatakan, Soksi NTT dengan berbagai keterbatasan akan terus berperan secara aktif dalam proses memajukan daerah ini. “Saya berharap agar seluruh pengurus yang dilantik malam ini untuk bersama-sama kita satu padukan pemikiran kita dan melakukan berbagai aksi nyata. Kita tidak boleh hanya bisa melahirkan pemikiran-pemikiran bernas, tetapi harus dengan aksi nyata sehingga kita bisas menjadi salah satu organisasi modern di NTT,” kata Gidion. (FB/Bon)
http://fajarbali.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=2260:soksi-ntt-harus-kritis-terhadap-pemerintah&catid=90:nusa-tenggara-timur&Itemid=97
Selasa, 15 Maret 2011 20:58
KUPANG-Fajar Bali | Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) Provinsi NTT, sebagai organisasi kemasyarakatan harus bersikap kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. Soksi juga harus melakukan berbagai kegiatan yang berdampak positip bagi masyarakat setempat.
“Soksi harus memberikan pemikiran-pemikiran cerdas dan solutif untuk bisa memecahkan persoalan-persoalan masyarakat, bukan memberikan masalah baru. Sikap krisits yang diberikan Soksi terhadap pemerintah juga harus dilakukan. Katakan benar kalau itu benar dan salah jika itu salah disertai solusinya,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Soksi, Ade Komarudin saat melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) XXIII Soksi provinsi NTT di Kupang, Senin (14/3) malam.
Ade mengatakan, Soksi yang sudah berusia 51 tahun dan merupakan salah satu KINO (Kesatuan Induk Organisasi) yang ikut mendirikan Partai Golkar, tetap berkomintman kuat untuk berjuang bersama jajaran Partai Golkar untuk memenangkan partai berlambang pohon beringin ini dalam setiap even Politik baik tingkat nasional maupun tingkat daerah.
“Karena itu saya minta supaya Depidar Soksi NTT setelah dilantik, langsung melakukan konsolidasi di tingkat Kabupaten/Kota dan melebarkan sayap hingga kelurahan dan desa. Jika program ini berjalan baik, maka Partai Golkar akan memiliki kader yang semakin banyak,” katanya.
Sementara Ketua Depidar Soksi NTT, M. Gidion Mbilijora menegaskan, organisasi Soksi NTT sebagai organisasi kemasyarakatan tentunya akan terus menyuarakan dan memperjuangkan berbagai kepentingan rakyat. Soksi NTT juga akan tetap bersikap independen dan kritis terhadap kebijakan pemerintah yang tidak berpihak terhadap kepentingan rakyat kecil.
Langkah awal yang akan dilakukan Soksi NTT periode 2011-2016, kata Bupati Sumba Timur ini, adalah melakukan pembenahan terhadap organisasi Soksi NTT yang roda organisasinya mandek setelah Ketua Depidar Soksi NTT, Piet A Tallo, S,H meninggal.
"Kita akan melakukan pembenahan secara internal organisasi karena tidak dapat dipungkiri selama ini roda organisasi Soksi di NTT tidak berjalan semestinya. Ada pengurus cabang yang sudah tidak aktif karena masa kepengurusannya sudah selesai. Kita targetkan dalam waktu enam bulan ke depan semua struktur organisasi soksi di NTT sudah dibenahi," tegas Gidion.
Gidion juga mengatakan, Soksi NTT dengan berbagai keterbatasan akan terus berperan secara aktif dalam proses memajukan daerah ini. “Saya berharap agar seluruh pengurus yang dilantik malam ini untuk bersama-sama kita satu padukan pemikiran kita dan melakukan berbagai aksi nyata. Kita tidak boleh hanya bisa melahirkan pemikiran-pemikiran bernas, tetapi harus dengan aksi nyata sehingga kita bisas menjadi salah satu organisasi modern di NTT,” kata Gidion. (FB/Bon)
http://fajarbali.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=2260:soksi-ntt-harus-kritis-terhadap-pemerintah&catid=90:nusa-tenggara-timur&Itemid=97
Soksi Akan Berkembang di NTT
Soksi Akan Berkembang di NTT
Selasa, 15 Maret 2011 16:09
KUPANG,Suara BangsaKu.Com-- Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Sentra Organisasi Kariawan Swadiri Indonesia (Soksi), Drs. H. Komarudin merasa optimistis kalau organiasi itu akan maju dan bekembang di Nusa Tenggara Timur.
Soksi harus bangkit dan lebih maju lagi karena organisasi ini yang melahirkan partai Golkar. "Saya yakin Soksi bangkit dan maju di NTT karena daerah ini cukup potensi dalam sumber daya manusia," kata Ade Komarudin saat acara pelatikan ketua dan badan pengurus Soksi NTT di Hotel Ima kupang, Senin (14/3) malam.
Ade Komarudin mengatakan, Soksi sudah berusia 51 tahun sehingga harus ada konsolidasi organisasi dengan benar. Sebab konsolidasi ada manfaatnya untuk partai Golkar. Berikut, konsolidasi Soksi untuk memenangkan Golkar tahun 2014.
Ia menyampaikan, Soksi NTT akan melakukan pendidikan poltik bagi kader partai golkar.
Pada tempat yang sama, Ketua Soksi NTT, Gidion Mbiliora mengemukakan, sejarah panjang Soksi di Republik ini yakni hanya untuk mempertahankan sistim demokrasi Pancasila. Oleh karena itu, semua kader Soksi hendaknya mematuhi semua rencana dan program organisasi tersebut. "Soksi NTT bukan sekedar membuat ide, tetapi harus mampu mengembangkan sesuatu sesuai dengan misi Soksi," katanya.
Gidion menyampaikan, Soksi ingin memajukan daerah ini sehingga semua badan pengurus wajib taat kepada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Sementara itu, Ketua panitia pelantikan ketua dan badan pengurus Soksi NTT periode 2011-2016, Bonefasius B. Pukan menyampaikan, pelantikan badan pengurus oganisasi ini berdasarkan hasil Musdalub 23 Soksi XXIII NTGT pada 29 Januari 2011 di Kupang. Pelantikan itu dengan tujuan badan pengurus bekerja lebih baik.
Dalam Musdalub itu, Ketua Soksi terpili, Gidion Mbiliora, Sekretaris Peter Nenohai, dan Bendahara Christina Tallo. Hadir dalam acara tersebut, Ketua DPD I Golkar NTT, Drs. Ibrahim Medah, Walikota Kupang, Drs. Danial Adoe, anggota DPR RI, Charles Mesang, dan undangan lainnya. (DIS AMALO)
http://suarabangsaku.com/index.php/berita-terkini/431?change_css=blue
Selasa, 15 Maret 2011 16:09
KUPANG,Suara BangsaKu.Com-- Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Sentra Organisasi Kariawan Swadiri Indonesia (Soksi), Drs. H. Komarudin merasa optimistis kalau organiasi itu akan maju dan bekembang di Nusa Tenggara Timur.
Soksi harus bangkit dan lebih maju lagi karena organisasi ini yang melahirkan partai Golkar. "Saya yakin Soksi bangkit dan maju di NTT karena daerah ini cukup potensi dalam sumber daya manusia," kata Ade Komarudin saat acara pelatikan ketua dan badan pengurus Soksi NTT di Hotel Ima kupang, Senin (14/3) malam.
Ade Komarudin mengatakan, Soksi sudah berusia 51 tahun sehingga harus ada konsolidasi organisasi dengan benar. Sebab konsolidasi ada manfaatnya untuk partai Golkar. Berikut, konsolidasi Soksi untuk memenangkan Golkar tahun 2014.
Ia menyampaikan, Soksi NTT akan melakukan pendidikan poltik bagi kader partai golkar.
Pada tempat yang sama, Ketua Soksi NTT, Gidion Mbiliora mengemukakan, sejarah panjang Soksi di Republik ini yakni hanya untuk mempertahankan sistim demokrasi Pancasila. Oleh karena itu, semua kader Soksi hendaknya mematuhi semua rencana dan program organisasi tersebut. "Soksi NTT bukan sekedar membuat ide, tetapi harus mampu mengembangkan sesuatu sesuai dengan misi Soksi," katanya.
Gidion menyampaikan, Soksi ingin memajukan daerah ini sehingga semua badan pengurus wajib taat kepada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Sementara itu, Ketua panitia pelantikan ketua dan badan pengurus Soksi NTT periode 2011-2016, Bonefasius B. Pukan menyampaikan, pelantikan badan pengurus oganisasi ini berdasarkan hasil Musdalub 23 Soksi XXIII NTGT pada 29 Januari 2011 di Kupang. Pelantikan itu dengan tujuan badan pengurus bekerja lebih baik.
Dalam Musdalub itu, Ketua Soksi terpili, Gidion Mbiliora, Sekretaris Peter Nenohai, dan Bendahara Christina Tallo. Hadir dalam acara tersebut, Ketua DPD I Golkar NTT, Drs. Ibrahim Medah, Walikota Kupang, Drs. Danial Adoe, anggota DPR RI, Charles Mesang, dan undangan lainnya. (DIS AMALO)
http://suarabangsaku.com/index.php/berita-terkini/431?change_css=blue
SOKSI Minta Partai-partai Tak Pertajam Perbedaan
SOKSI Minta Partai-partai Tak Pertajam Perbedaan
08 Mar 2011
• Politik
• Rakyat Merdeka
KETUA Umum Depinas Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indoensia (SOKSI) Ade Komarudin menyambut positif pernyataan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie bahwa Golkar tidak mempertajam perbedaan, tapi mencari titik persamaan dengan semua elemen bangsa dan kekuatan politik lainnya.
"Karena itu,SOKSI mengimbau kepada semua partai politik agar mengedepankan pencapaian titik persamaan dalam mengelola bangsa ini, jangan justru mempertajam perbedaan seperti yang dikatakan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie. Dalam mencapai titik persamaan tersebut serta gonjang-ganjing koalisi, maka partai politik tidak boleh terjebak pada pencapaian persamaan untuk kekuasaan semata, melainkan mencari titik persamaan untuk menyelesaikan persoalan bangsa, negara dan rakyat," ujarnya kepada wartawan di Gedung DPR Senayan Jakarta, kemarin.
Menurut Ade, jika partai politik tidak bersikap demikian, dampaknya akan mengganggu proses konsolidasi demokrasi karena parpol merupakan pilar demokrasi itu sendiri.
"SOKSI menyarankan kepada Presiden SBY dalam mengevaluasi kinerja menteri.harus didasarkan pada titik tolak dan proses pencapaian yang sudah disepakati. Jauhkan dari pertimbangan politik, meski jabatan menteri bersifat politis. Sebaiknya pengangkatan menteri harus didasarkan pada profesionalisme figur," kata Sekretaris Fraksi Golkar DPR ini.
Menyinggung soal koalisi parpol yang tergabung di Set-gab, Ade menyatakan, sejauh ini tidak ada persoalan yang mendasar, karena perbedaan pendapat itu sesuatu yang wajar saja. "Anggap saja perbedaan pendapat itu sebagai rahmat dalam rangka mencari titik persamaan, bukan masalah mempertajam perbedaan karena bisa menciptakan instabilitas politik. Harus kita akui bahwa persoalan politik bukan semata-mata persoalan berkuasa dan kekuasaan, tapi ada nilai-nilai lain yang jauh lebih mulia yang harus diperjuangkan yaitu peningkatan kesejahteraan umum (bonum publicum)" tegas dia.
Diajuga mencontohkan, perjuangan Golkar dalam hak angket Bank Century maupun Hak Angket Mafia Pajak semata-mata demi kepentingan dan kesejahteraan rakyat.
Ade menambahkan. Golkar sesungguhnya ingin menunjukkan bahwa politik tidak boleh untuk politik semata, tapi demi sebuah tujuan besar yang konkret, yaitu peningkatan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia.
"Apa yang dilakukan SOKSI sejalan dengan Partai Golkar dalam melahirkan ide -ide besar dan inovatif, serta memberikan solusi bagi permasalahan bangsa. Keberadaan Partai Golkar dalam barisan Setgab akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan rakyat, bukan sebaliknya merugikan rakyat. Jadi, apa yang dilakukan Golkar hanya untuk kepentingan rakyat, bukan sekadar mencari kekuasaan," ujarnya. hps
Ringkasan Artikel Ini
KETUA Umum Depinas Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indoensia (SOKSI) Ade Komarudin menyambut positif pernyataan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie bahwa Golkar tidak mempertajam perbedaan, tapi mencari titik persamaan dengan semua elemen bangsa dan kekuatan politik lainnya. "Karena itu,SOKSI mengimbau kepada semua partai politik agar mengedepankan pencapaian titik persamaan dalam mengelola bangsa ini, jangan justru mempertajam perbedaan seperti yang dikatakan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie. Dalam mencapai titik persamaan tersebut serta gonjang-ganjing koalisi, maka partai politik tidak boleh terjebak pada pencapaian persamaan untuk kekuasaan semata, melainkan mencari titik persamaan untuk menyelesaikan persoalan bangsa, negara dan rakyat," ujarnya kepada wartawan di Gedung DPR Senayan Jakarta, kemarin.
*Ringkasan berita ini dibuat otomatis dengan bantuan mesin. Saran atau masukan dibutuhkan untuk keperluan pengembangan perangkat ini dan dapat dialamatkan ke tech at mediatrac net.
http://www.bataviase.co.id/node/593579
08 Mar 2011
• Politik
• Rakyat Merdeka
KETUA Umum Depinas Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indoensia (SOKSI) Ade Komarudin menyambut positif pernyataan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie bahwa Golkar tidak mempertajam perbedaan, tapi mencari titik persamaan dengan semua elemen bangsa dan kekuatan politik lainnya.
"Karena itu,SOKSI mengimbau kepada semua partai politik agar mengedepankan pencapaian titik persamaan dalam mengelola bangsa ini, jangan justru mempertajam perbedaan seperti yang dikatakan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie. Dalam mencapai titik persamaan tersebut serta gonjang-ganjing koalisi, maka partai politik tidak boleh terjebak pada pencapaian persamaan untuk kekuasaan semata, melainkan mencari titik persamaan untuk menyelesaikan persoalan bangsa, negara dan rakyat," ujarnya kepada wartawan di Gedung DPR Senayan Jakarta, kemarin.
Menurut Ade, jika partai politik tidak bersikap demikian, dampaknya akan mengganggu proses konsolidasi demokrasi karena parpol merupakan pilar demokrasi itu sendiri.
"SOKSI menyarankan kepada Presiden SBY dalam mengevaluasi kinerja menteri.harus didasarkan pada titik tolak dan proses pencapaian yang sudah disepakati. Jauhkan dari pertimbangan politik, meski jabatan menteri bersifat politis. Sebaiknya pengangkatan menteri harus didasarkan pada profesionalisme figur," kata Sekretaris Fraksi Golkar DPR ini.
Menyinggung soal koalisi parpol yang tergabung di Set-gab, Ade menyatakan, sejauh ini tidak ada persoalan yang mendasar, karena perbedaan pendapat itu sesuatu yang wajar saja. "Anggap saja perbedaan pendapat itu sebagai rahmat dalam rangka mencari titik persamaan, bukan masalah mempertajam perbedaan karena bisa menciptakan instabilitas politik. Harus kita akui bahwa persoalan politik bukan semata-mata persoalan berkuasa dan kekuasaan, tapi ada nilai-nilai lain yang jauh lebih mulia yang harus diperjuangkan yaitu peningkatan kesejahteraan umum (bonum publicum)" tegas dia.
Diajuga mencontohkan, perjuangan Golkar dalam hak angket Bank Century maupun Hak Angket Mafia Pajak semata-mata demi kepentingan dan kesejahteraan rakyat.
Ade menambahkan. Golkar sesungguhnya ingin menunjukkan bahwa politik tidak boleh untuk politik semata, tapi demi sebuah tujuan besar yang konkret, yaitu peningkatan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia.
"Apa yang dilakukan SOKSI sejalan dengan Partai Golkar dalam melahirkan ide -ide besar dan inovatif, serta memberikan solusi bagi permasalahan bangsa. Keberadaan Partai Golkar dalam barisan Setgab akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan rakyat, bukan sebaliknya merugikan rakyat. Jadi, apa yang dilakukan Golkar hanya untuk kepentingan rakyat, bukan sekadar mencari kekuasaan," ujarnya. hps
Ringkasan Artikel Ini
KETUA Umum Depinas Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indoensia (SOKSI) Ade Komarudin menyambut positif pernyataan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie bahwa Golkar tidak mempertajam perbedaan, tapi mencari titik persamaan dengan semua elemen bangsa dan kekuatan politik lainnya. "Karena itu,SOKSI mengimbau kepada semua partai politik agar mengedepankan pencapaian titik persamaan dalam mengelola bangsa ini, jangan justru mempertajam perbedaan seperti yang dikatakan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie. Dalam mencapai titik persamaan tersebut serta gonjang-ganjing koalisi, maka partai politik tidak boleh terjebak pada pencapaian persamaan untuk kekuasaan semata, melainkan mencari titik persamaan untuk menyelesaikan persoalan bangsa, negara dan rakyat," ujarnya kepada wartawan di Gedung DPR Senayan Jakarta, kemarin.
*Ringkasan berita ini dibuat otomatis dengan bantuan mesin. Saran atau masukan dibutuhkan untuk keperluan pengembangan perangkat ini dan dapat dialamatkan ke tech at mediatrac net.
http://www.bataviase.co.id/node/593579
Soksi Minta Parpol Tak Pertajam Perbedaan
Soksi Minta Parpol Tak Pertajam Perbedaan
Senin, 7 Maret 2011 | 17:32
JAKARTA- Ketua Umum Depinas SOKSI Ade Komarudin meminta partai politik tidak terus menerus mempertajam perbedaan dan tidak boleh terjebak pada pencapaian persamaan untuk kekuasaan semata, melainkan mencari titik persamaan untuk menyelesaikan persoalan bangsa, negara dan rakyat.
"Parpol tidak boleh terjebak pada pencapaian persamaan untuk kekuasaan semata, melainkan mencari titik persamaan untuk menyelesaikan persoalan bangsa, negara dan rakyat," kata Ketua Umum Depinas Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Ade Komarudin di Jakarta, Senin (7/3).
Lebih lanjut Ade menyambut positif pernyataan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie bahwa Golkar tidak mempertajam perbedaan, tapi mencari titik persamaan dengan semua elemen bangsa dan kekuatan politik lainnya.
"Karena itu, SOKSI mengimbau kepada semua partai politik agar mengedepankan pencapaian titik persamaan dalam mengelola bangsa ini, jangan justru mempertajam perbedaan seperti yang dikatakan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie," kata Ade.
Dalam mencapai titik persamaan tersebut serta gonjang-ganjing koalisi, tambah Ade, maka partai politik tidak boleh terjebak pada pencapaian persamaan untuk kekuasaan semata, melainkan mencari titik persamaan untuk menyelesaikan persoalan bangsa, negara dan rakyat.
Menurut Ade, jika partai politik tidak bersikap demikian, dampaknya akan mengganggu proses konsolidasi demokrasi karena parpol merupakan pilar demokrasi itu sendiri.
"Rakyat sekarang ini sudah mulai apatis dengan kondisi politik yang diwarnai dengan pembicaraan soal perebutan dan penjatahan kursi kabinet," katanya.
Hal itu sesungguhnya mudah saja bahwa hal itu harus menghormati hak prerogratif presiden yang mengangkat dan memberhentikan menteri.
Menurut Ade, apapun yang dikatakan presiden, parpol harus memahaminya. Karena itu, tambahnya SOKSI menyarankan kepada Presiden SBY dalam mengevaluasi kinerja menteri, harus didasarkan pada titik tolak dan proses pencapaian yang sudah disepakati. Jauhkan dari pertimbangan politik, meski jabatan menteri bersifat politis.
"Sebaiknya pengangkatan menteri harus didasarkan pada profesionalisme figur," kata dia.
Menyinggung soal koalisi parpol yang tergabung di Setgab, Ade Komarudin menyatakan, sampai sejauh ini tidak ada persoalan yang mendasar, karena perbedaan pendapat itu sesuatu yang wajar saja.
"Anggap saja perbedaan pendapat itu sebagai rahmat dalam rangka mencari titik persamaan, bukan masalah mempertajam perbedaan karena bisa menciptakan instabilitas politik. Harus kita akui bahwa persoalan politik bukan semata-mata persoalan berkuasa dan kekuasaan, tapi ada nilai-nilai lain yang jauh lebih mulia yang harus diperjuangkan yaitu peningkatan kesejahteraan umum (bonum publicum)," tegas Ade.
Ade juga mencontohkan, perjuangan Partai Golkar dalam hak angket Bank Century maupun Hak Angket Mafia Pajak semata-mata demi kepentingan dan kesejahteraan rakyat.
"Karena itu, wajar saja bila Partai Golkar tetap konsisten berjuang demi kepentingan dan kesejahateraan rakyat," katanya.
Ade Komarudin menambahkan, Partai Golkar sesungguhnya ingin menunjukkan bahwa politik tidak boleh untuk politik semata, tapi demi sebuah tujuan besar yang kongkret, yaitu peningkatan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia.
"Karena itu, apa yang dilakukan SOKSI sejalan dengan Partai Golkar dalam melahirkan ide -ide besar dan inovatif serta memberikan solusi bagi permasalahan bangsa.
Keberadaan Partai Golkar dalam barisan Setgab akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan rakyat. Itulah sebenarnya yang memotivasi Golkar bergabung dalam Setgab dalam rangka memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan sebaliknya merugikan rakyat. Jadi, apa yang dilakukan Golkar hanya untuk kepentingan rakyat, bukan sekedar mencari kekuasaan," katanya.(ant/hrb)
http://www.investor.co.id/home/soksi-minta-parpol-tak-pertajam-perbedaan/7131
Senin, 7 Maret 2011 | 17:32
JAKARTA- Ketua Umum Depinas SOKSI Ade Komarudin meminta partai politik tidak terus menerus mempertajam perbedaan dan tidak boleh terjebak pada pencapaian persamaan untuk kekuasaan semata, melainkan mencari titik persamaan untuk menyelesaikan persoalan bangsa, negara dan rakyat.
"Parpol tidak boleh terjebak pada pencapaian persamaan untuk kekuasaan semata, melainkan mencari titik persamaan untuk menyelesaikan persoalan bangsa, negara dan rakyat," kata Ketua Umum Depinas Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Ade Komarudin di Jakarta, Senin (7/3).
Lebih lanjut Ade menyambut positif pernyataan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie bahwa Golkar tidak mempertajam perbedaan, tapi mencari titik persamaan dengan semua elemen bangsa dan kekuatan politik lainnya.
"Karena itu, SOKSI mengimbau kepada semua partai politik agar mengedepankan pencapaian titik persamaan dalam mengelola bangsa ini, jangan justru mempertajam perbedaan seperti yang dikatakan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie," kata Ade.
Dalam mencapai titik persamaan tersebut serta gonjang-ganjing koalisi, tambah Ade, maka partai politik tidak boleh terjebak pada pencapaian persamaan untuk kekuasaan semata, melainkan mencari titik persamaan untuk menyelesaikan persoalan bangsa, negara dan rakyat.
Menurut Ade, jika partai politik tidak bersikap demikian, dampaknya akan mengganggu proses konsolidasi demokrasi karena parpol merupakan pilar demokrasi itu sendiri.
"Rakyat sekarang ini sudah mulai apatis dengan kondisi politik yang diwarnai dengan pembicaraan soal perebutan dan penjatahan kursi kabinet," katanya.
Hal itu sesungguhnya mudah saja bahwa hal itu harus menghormati hak prerogratif presiden yang mengangkat dan memberhentikan menteri.
Menurut Ade, apapun yang dikatakan presiden, parpol harus memahaminya. Karena itu, tambahnya SOKSI menyarankan kepada Presiden SBY dalam mengevaluasi kinerja menteri, harus didasarkan pada titik tolak dan proses pencapaian yang sudah disepakati. Jauhkan dari pertimbangan politik, meski jabatan menteri bersifat politis.
"Sebaiknya pengangkatan menteri harus didasarkan pada profesionalisme figur," kata dia.
Menyinggung soal koalisi parpol yang tergabung di Setgab, Ade Komarudin menyatakan, sampai sejauh ini tidak ada persoalan yang mendasar, karena perbedaan pendapat itu sesuatu yang wajar saja.
"Anggap saja perbedaan pendapat itu sebagai rahmat dalam rangka mencari titik persamaan, bukan masalah mempertajam perbedaan karena bisa menciptakan instabilitas politik. Harus kita akui bahwa persoalan politik bukan semata-mata persoalan berkuasa dan kekuasaan, tapi ada nilai-nilai lain yang jauh lebih mulia yang harus diperjuangkan yaitu peningkatan kesejahteraan umum (bonum publicum)," tegas Ade.
Ade juga mencontohkan, perjuangan Partai Golkar dalam hak angket Bank Century maupun Hak Angket Mafia Pajak semata-mata demi kepentingan dan kesejahteraan rakyat.
"Karena itu, wajar saja bila Partai Golkar tetap konsisten berjuang demi kepentingan dan kesejahateraan rakyat," katanya.
Ade Komarudin menambahkan, Partai Golkar sesungguhnya ingin menunjukkan bahwa politik tidak boleh untuk politik semata, tapi demi sebuah tujuan besar yang kongkret, yaitu peningkatan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia.
"Karena itu, apa yang dilakukan SOKSI sejalan dengan Partai Golkar dalam melahirkan ide -ide besar dan inovatif serta memberikan solusi bagi permasalahan bangsa.
Keberadaan Partai Golkar dalam barisan Setgab akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan rakyat. Itulah sebenarnya yang memotivasi Golkar bergabung dalam Setgab dalam rangka memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan sebaliknya merugikan rakyat. Jadi, apa yang dilakukan Golkar hanya untuk kepentingan rakyat, bukan sekedar mencari kekuasaan," katanya.(ant/hrb)
http://www.investor.co.id/home/soksi-minta-parpol-tak-pertajam-perbedaan/7131
DPC SOKSI Siapkan Kader pada Pilkada 2012
Selasa, 22 Februari 2011
DPC SOKSI Siapkan Kader pada Pilkada 2012
CIMAHI,(GM)-
DPC Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Kota Cimahi mengharapkan kader terbaiknya bisa tampil menjadi figur dalam agenda Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Cimahi 2012. Beberapa nama kader SOKSI di Kota Cimahi dianggap mampu menempati jabatan politis sebagai kepala daerah.
Hal ini sampaikan Ketua DPC SOKSI Kota Cimahi, Ir. Abdul Mahfuri menanggapi wacana yang berkembang seiring agenda Pilkada Kota Cimahi 2012. "Dalam mengambil sikap politik yang berubungan dengan agenda Pilkada 2012 ini, SOKSI akan mengadakan raker. Salah satu materi yang akan kita bahas dalam raker adalah masalah figur calon kepala daerah," kata Furi --sapaan akrab Abdul Mahfuri.
Harapan munculnya figur kader SOKSI yang akan diusung dalam pesta demokrasi sempat dilontarkan dalam pelantikan kepengurusan DPC SOKSI Kota Cimahi. Namun untuk menegaskan hal tersebut perlu penetapan yang menjadi keputusan organisasi. "Dalam pelantikan kepengurusan, keinginan agar kader SOKSI Kota Cimahi diusung menjadi kepala daerah sempat dikemukakan dan itu mendapat sambutan baik," katanya.
Beberapa nama kader SOKSI Kota Cimahi yang dianggap memiliki kapabilitas menjadi kepala daerah, adalah Ketua DPD Partai Golkar Kota Cimahi, Sudiarto, Ketua Depidar SOKSI Jabar, H. Ali Hasan, H. Wahdan, dan H. Encep Saepulloh (Sekda Kota Cimahi). "Kita berharap kader-kader inilah yang akan muncul memimpin Kota Cimahi," katanya.
DPC SOKSI Kota Cimahi atas pengusungan figur kader tersebut, pada prinsipnya akan mengikuti mekanisme yang akan dilakukan DPD Partai Golkar dalam pengusungan calon. "Sebagai organisasi yang mendirikan Partai Golkar, pada perinsipnya kita mendukung keputusan partai yang ditempuh melalui mekanisme partai," tegasnya.
Dimunculkannya figur-figur kader SOKSI untuk tampil menjadi pemimpin di Kota Cimahi dapat dikatakan sebagai wacana yang segar bagi dinamika organisasi. Kendati demikian diakui Furi bahwa sampai saat ini, secara formal belum dilakukan pembahasan baik di SOKSI maupun di tubuh DPD Partai Golkar sendiri.
Mengedepankan figur yang memiliki pamor kuat adalah merupakan salah satu strategi yang dikedepankan partai politik dalam meraih kemenangan dalam pilkada. Selain itu menciptakan relawan yang kuat dan memiliki komitmen yang tinggi juga merupakan daya dukung yang tidak kalah pentingnya untuk meraih kemenangan. "Pada prinsipnya sikap kebersamaan, sabilulungan harus kita kedepankan dalam perjuangan politik ke depan," tegas Furi. (B.68)** Share
http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20110222032601&idkolom=cimahi
DPC SOKSI Siapkan Kader pada Pilkada 2012
CIMAHI,(GM)-
DPC Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Kota Cimahi mengharapkan kader terbaiknya bisa tampil menjadi figur dalam agenda Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Cimahi 2012. Beberapa nama kader SOKSI di Kota Cimahi dianggap mampu menempati jabatan politis sebagai kepala daerah.
Hal ini sampaikan Ketua DPC SOKSI Kota Cimahi, Ir. Abdul Mahfuri menanggapi wacana yang berkembang seiring agenda Pilkada Kota Cimahi 2012. "Dalam mengambil sikap politik yang berubungan dengan agenda Pilkada 2012 ini, SOKSI akan mengadakan raker. Salah satu materi yang akan kita bahas dalam raker adalah masalah figur calon kepala daerah," kata Furi --sapaan akrab Abdul Mahfuri.
Harapan munculnya figur kader SOKSI yang akan diusung dalam pesta demokrasi sempat dilontarkan dalam pelantikan kepengurusan DPC SOKSI Kota Cimahi. Namun untuk menegaskan hal tersebut perlu penetapan yang menjadi keputusan organisasi. "Dalam pelantikan kepengurusan, keinginan agar kader SOKSI Kota Cimahi diusung menjadi kepala daerah sempat dikemukakan dan itu mendapat sambutan baik," katanya.
Beberapa nama kader SOKSI Kota Cimahi yang dianggap memiliki kapabilitas menjadi kepala daerah, adalah Ketua DPD Partai Golkar Kota Cimahi, Sudiarto, Ketua Depidar SOKSI Jabar, H. Ali Hasan, H. Wahdan, dan H. Encep Saepulloh (Sekda Kota Cimahi). "Kita berharap kader-kader inilah yang akan muncul memimpin Kota Cimahi," katanya.
DPC SOKSI Kota Cimahi atas pengusungan figur kader tersebut, pada prinsipnya akan mengikuti mekanisme yang akan dilakukan DPD Partai Golkar dalam pengusungan calon. "Sebagai organisasi yang mendirikan Partai Golkar, pada perinsipnya kita mendukung keputusan partai yang ditempuh melalui mekanisme partai," tegasnya.
Dimunculkannya figur-figur kader SOKSI untuk tampil menjadi pemimpin di Kota Cimahi dapat dikatakan sebagai wacana yang segar bagi dinamika organisasi. Kendati demikian diakui Furi bahwa sampai saat ini, secara formal belum dilakukan pembahasan baik di SOKSI maupun di tubuh DPD Partai Golkar sendiri.
Mengedepankan figur yang memiliki pamor kuat adalah merupakan salah satu strategi yang dikedepankan partai politik dalam meraih kemenangan dalam pilkada. Selain itu menciptakan relawan yang kuat dan memiliki komitmen yang tinggi juga merupakan daya dukung yang tidak kalah pentingnya untuk meraih kemenangan. "Pada prinsipnya sikap kebersamaan, sabilulungan harus kita kedepankan dalam perjuangan politik ke depan," tegas Furi. (B.68)** Share
http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20110222032601&idkolom=cimahi
Langganan:
Postingan (Atom)