Minggu, 31 Juli 2011

SOKSI Bersiap Pilkada 2012

Senin, 02 Agustus 2010

SOKSI Bersiap Pilkada 2012

CIMAHI,(GM)-

Suksesi Pemilukada Wali Kota Cimahi 2012 menjadi agenda utama bagi Sentar Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Kota Cimahi. Organisasi yang melatarbelakangi berdirinya Partai Golkar ini diharapkan dapat melahirkan figur yang akan mengusung jalannya roda pemerintahan di Kota Cimahi.

Misi tersebut disampaikan langsung Ketua Depidar SOKSI Jabar, H. Ali Hasan, S.I.P., dengan terbentuknya kepengurusan Depicab SOKSI Kota Cimahi periode 2010-2015, Minggu (1/8). "Kita berharap kader terbaik SOKSI Kota Cimahi bisa tampil. Kita akan memilih Wali Kota Cimahi yang asli dari Golkar," katanya.

Sementara itu, kepengurusan Depicab SOKSI Kota Cimahi diketuai Ir. A. Mahfuri, sekretaris Edi Suryadi, dan bendahara Asep Rukmansyah. Pelantikan kepengurusan dilakukan Depinas SOKSI, Drs. Ade Komarudin, di aula Gedung BPBI Abiyoso, Jln. Kherkoff, Kel. Leuwigajah, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Sabtu (30/7).

Ketua Depicab SOKSI Kota Cimahi, Ir. A. Mahfuri mengatakan, dengan terbentuknya kepengurusan Depicab SOKSI Kota Cimahi, secara langsung pihaknya memiliki tugas dan tanggung jawab dalam menyelesaikan berbagai agenda. "Ya, dalam waktu dekat ini pemilihan Wali Kota Cimahi merupakan agenda yang harus segara disiapkan," katanya. (B.68)**
http://www.klik-galamedia.com/indexedisi.php?id=20100802&wartakode=20100802034713

SOKSI Tak Terpengaruh SOKSI Tandingan

SOKSI Tak Terpengaruh SOKSI Tandingan

MALANG– Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Jawa Timur tidak akan terpengaruh dengan rencana bakal berdirinya SOKSI tandingan yang dipelopori Gubernur Riau Rusli Zainal. Kepastian itu ditegaskan dalam temu kader SOKSI Jatim di Pendopo Kabupaten Malang, kemarin.

Hal itu terbukti dengan hadirnya Ketua Depinas SOKSI, Ade Komaruddin, Sekjen SOKSI Johanes W. Nurwono dan juga pendiri SOKSI Prof. Dr. Suhardiman SE dalam temu kader SOKSI Jatim. Pendiri SOKSI Prof Dr Suhardiman SE mengaku tidak khawatir dengan rencana pembentukan SOKSI tandingan yang dipelopori Gubernur Riau Rusli Zainal itu. “Di Jatim hanya mengenal SOKSI yang dipimpin Ade Komarudin. Tidak ada SOKSI reformasi yang dipelopori Rusli Zainal,” kata Suhardiman yang memberikan wejangan kepada pengurus SOKSI se Jatim, kemarin.

Dijelaskan, rencana bakal munculnya SOKSI tandingan akan menjadi ujian bagi SOKSI. Sebelum munculnya SOKSI tandingan, SOKSI pimpinan Ade Komarudin sudah mempersiapkan langkah-langkah strategis. SOKSI sudah mendapatkan pengesahan dari Kementrian Hukum dan HAM, sudah memiliiki hak cipta atas logo dan lambang SOKSI. Belakangan, SOKSI juga tengah memproses hak paten atas logo dan lambang SOKSI.

“Jika ada yang mengaku-aku SOKSI dan menggunakan lambang SOKSI yang ada, bisa digugat. Karena itu, ada istilah kita yang akan “dibunuh” atau kita yang akan “membunuh” dalam artian bukan fisiknya, tapi organisasinya,” tandasnya.

Menurut Ketua Depinas SOKSI Ade Komarudin, pihaknya sudah mengajukan hak paten atas lambang organisasi SOKSI yang ada saat ini. Sudah banyak langkah strategis yang dilakukan pihaknya untuk membentengi SOKSI dari rencana pendirian SOKSI reformasi.
“Untuk pengurusan hak paten masih harus menunggu enam bulan kedepan, sesuai dengan aturannya seperti itu,” tambahnya.

Meski ada goyangan dari luar, SOKSI yang dipimpinnya justru sekarang ini mengalami kebangkitan. Dilantiknya Ketua Depidar XII SOKSI Jatim, H. Rendra Kresna sebagai Bupati Malang sebagai pertanda kebangkitan SOKSI di Jatim. Banyak anggota SOKSI yang juga terpilih sebagai wakil rakyat baik yang ada di pusat, provinsi hingga kota dan kabupaten. “SOKSI pusat dengan sepenuh hati akan membantu pembangunan di Kabupaten Malang. Karena itu, Pak Rendra harus sukses membangun Kabupaten Malang,” tegasnya. (aim/udi)

http://www.malang-post.com/index.php?option=com_content&view=article&id=20271%3Asoksi-tak-terpengaruh-soksi-tandingan&Itemid=1

Rita Widyasari Pimpin Depindar SOKSI Kaltim

Selasa, 26 Juli 2011

Rita Widyasari Pimpin Depindar SOKSI Kaltim

Terpilih Aklamasi, Siap Lebarkan Sayap di Kaltim
SAMARINDA - Ketua DPD Partai Golkar Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari akhirnya terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (Depindar) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Kaltim periode 2011-2016 dalam Musyawarah Daerah (Musda) III Depindar SOKSI Kaltim di Hotel Grand Sawit berlangsung sore kemarin.

Rita juga Bupati Kukar ini dipercaya 14 Dewan Pimpinan Cabang (Depincab) SOKSI di Kaltim sebagai kader terbaik yang memiliki kemampuan dalam membesarkan dan membangkitkan SOKSI Kaltim untuk kemenangan Partai Golkar di Kaltim pada 2014. Hal itu diungkapkan Ketua Caretaker Depindar SOKSI Kaltim Amir P Alie kepada Koran Kaltim sore kemarin.

“Ibu Rita terpilih aklamasi dalam pemilihan ketua Depindar SOKSI Kaltim. Awalnya ada tiga kandidat ketua bakal bersaing di Musda yakni Amir P Alie, Rita Widyasari dan Dahri Yasin. Namun demi kepentingan lebih besar untuk membesarkan SOKSI dan mendulang kemenangan Partai Golkar di Kaltim pada 2014 maka kandidat yang ada sepakat mendukung dan menyukseskan kemenangan Rita Widyasari sebagai kader terbaik yang dapat membesarkan Partai Golkar di Kaltim,” jelas Amir.

Sedangkan Rita Widyasari mengaku sangat bersyukur dan siap melaksanakan komitmennya membesarkan SOKSI dan memenangkan Partai Golkar di Pemilu 2014. Dikatakan dengan terpilihnya sebagai ketua SOKSI Kaltim tak terlepas dari kerja keras dan tugas berat akan dilakoninya untuk melebarkan sayap SOKSI selama ini dinilai ‘tidur’ dengan cara ‘membangunkannya’ agar tetap eksis dan memberi kontribusi terhadap Partai Golkar Kaltim.
“Saatnya saya turun gunung untuk SOKSI Kaltim. Karena saya dipercaya memimpin organisasi besar ini di Kaltim. Tentunya SOKSI yang selama ini dianggap ‘tidur’ menjadi tugas saya untuk membangunkannya dengan melebarkan sayap ke seluruh daerah di Kaltim hingga tingkat desa dan kelurahan. Apalagi organisasi ini mengakomodir seluruh elemen sesuai kompetensi dimiliki dan siap berkarya maksimal demi kemajuan organisasi sayap Partai Golkar,” jelas Rita.

Karena itu program perdana akan dilakukan selain merampungkan kepengurusan di bawah kepemimpinannya maka Rita juga akan melakukan konsolidasi dan koordinasi internal dalam menyusun program kerja dan kegiatan akan digelar dengan melihat potensi dimiliki setiap masyarakat tersebar di seluruh daerah di Kaltim. Upaya itu tak lepas dari usaha untuk meraih simpati masyarakat Kaltim agar tetap setia dan memilih Partai Golkar di Pemilu 2014 atas berbagai program dilakukan terhadap masyarakat.

“Saya memohon doa restu dan dukungan seluruh masyarakat Kaltim untuk menyukseskan program dan kegiatan SOKSI Kaltim ke depan. Tentunya keberadaan SOKSI akan menjadi organisasi yang peduli terhadap masyarakat dan peka terhadap berbagai situasi dan kondisi terjadi di masyarakat. Target untuk mengembangkan sayap SOKSI hingga dari provinsi, kabupaten dan kota hingga kelurahan serta pedesaan menjadi tugas bersama kebangkitan SOKSI dan kemenangan Partai Golkar di Kaltim,” harapnya.

Ketua Umum Depinas SOKSI Andi Ade Komaruddin berharap kepemimpinan SOKSI Kaltim merupakan kebangkitan untuk kemenangan Partai Golkar di Pemilu 2014. Karena itu ia menekankan agar kader SOKSI harus melakukan konsolidasi mengutamakan kepentingan negara, kepentingan partai dan organisasi SOKSI.

“Saya berharap SOKSI Kaltim tak ‘tidur’ lagi setelah memiliki ketua baru. Karena itu sangat diperlukan pelatihan pendidikan politik dan kader bangsa serta kaderisasi di seluruh jenjang SOKSI di Kaltim. Sebab SOKSI merupakan organisasi brilian dalam memberikan ide dan gagasan dan tak menjadi organisasi reaktif melainkan aktif dalam memberi solusi terkini demi kemajuan daerah, bangsa dan negara,” tegas Ade Komaruddin.

Selain itu sesuai target Partai Golkar dengan 10 juta kader seluruh Indonesia merupakan tantangan bagi SOKSI. Meski saat ini terdapat 10 organisasi sayap Partai Golkar salah satunya SOKSI akan memberi kontribusi 1 juta kader menuju kebangkitan SOKSI dan kemena-ngan Partai Golkar di Pemilu 2014.

“Dengan 1 juta kader untuk seluruh Indonesia saya yakin akan tercapai maksimal dengan kerja keras. Karena kelemahan dimiliki partai saat ini dalam menggaet pemilih pemula di Kaltim. Karena itu harus dimaksimalkan kerja kreatif dan kerja cerdas untuk memaksimalkan dukungan dengan merekrut kader siap bekerja dan berkarya untuk kepentingan partai,” tambahnya. (ca)
http://m.korankaltim.co.id/read/m/6460

Jumat, 29 Juli 2011

Ical Ketua Pembina, Konflik SOKSI Selesai

Ical Ketua Pembina, Konflik SOKSI Selesai

Aburizal Bakrie - inilah.com
Oleh: irvan ali fauzi
Nasional - Minggu, 30 Mei 2010 | 06:28 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Suksesi kepemimpinan di Munas Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) pekan lalu berakhir deadlock. Sesuai aturan, wewenang untuk memilih pengurus Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) organisasi sayap Partai Golkar itu diambilalih oleh tokoh pendirinya dengan batas waktu 3 bulan.

Namun, Pendiri SOKSI Suhardiman menjelaskan bahwa dirinya akan segera mengumumkan susunan kepengurusan SOKSI periode 2010-2015 hasil Munas IX, sehingga segera bisa bekerja, karena kalau menunggu tiga bulan,
terlalu lama.

Ia akan menemui Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, yang akrab dipanggil Ical, untuk menjelaskan persoalan sebenranya yang terjadi di Munas IX SOKSI sekaligus meminta kesediaan Ical menjadi Ketua
Dewan Pembina SOKSI.

Pak Ical itu kan kader SOKSI dan saya akan minta kesediaannya menjadi ketua dewan penasehat. Mungkin setelah pertemuan itu kepengurusan baru SOKSI segera saya umumkan, ujar Suhardiman.

Sebelumnya munas yang deadlock itu terbelah kepada dua kubu kandidat ketua umum, Ade Komaruddin dan Rusli Zaenal. Hingga Munas berakhir, dua kubu itu terus bersitegang.

"Kedua-duanya belum saya panggil. Biar cooling down dulu. Jangan ada yang dikalahkan dan dimenangkan," kata Suhardiman.

Seperti yang dikatakannya, dalam menyusun kepengurusan, Suhardiman berusaha mengakomodir kedua kubu itu. Kecuali orang yang sengaja membuat munas itu deadlock.

Suhardiman memberikan sinyal, bahwa meski Rusli Zainal telah menyebabkan munas itu deadlock, namun akan tetap memberinya posisi sebagai wakil Ketua Dewan Pembina SOKSI yang akan disandingkannya dengan Aburizal Bakrie Ketua Dewan Pembina SOKSI dan Bobby Suhardiman sebagai Sekretaris Dewan Pembina.

Mengenai Ade Komaruddin, Suhardiman mengatakan bahwa sebelum munas pun sebetulnya Ade sudah unggul di atas kertas untuk terpilih sebagai Ketua Umum Depinas SOKSI.

"Menurut hitungan konservatif, 51,7% suara peserta munas untuk Ade Komaruddin," tandas Suhardiman.

Karena itu, tokoh pendiri SOKSI Suhardiman memilih Ade Komarudin sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional SOKSI.

Posisi Ade sebagai Ketua Umum Depinas organisasi sayap Partai Golkar itu akan disandingkan dengan Aburizal Bakrie sebagai Ketua Dewan Pembina SOKSI dan Bobby Suhardiman sebagai Sekretaris Dewan Pembina. Rusli Zainal, yang sebelumnya bersaing dengan Ade, juga diakomodir sebagai sebagai wakil Ketua Dewan Pembina.

Struktur pucuk pimpinan SOKSI itu, diumumkan dalam sebuah konferensi pers usai pertemuan Ade Komaruddin dengan Aburzial Bakrie yang akrab disapa Ical itu. Pertemuan tersebut juga dihadiri pendiri SOKSI, Suhardiman dan jajaran pengurus organisasi karyawan tersebut.

"Ical dinilai sebagai sosok yang pantas karena memliki jam terbang politik baik. Selain itu memiliki kharisma di antara tokoh Golkar terutama di kalangan kader muda, sehingga pantas menduduki posisi tesebut," ujar Suhardiman saat jumpa pers di restoran Sulawesi, Pasar Festival, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (29/5).

Suhardiman mengatakan dalam pertemuan tersebut Ical menyatakan bersedia menjadi Ketua Dewan Pembina SOKSI merangkap jabatan sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

"Susunan kepengurusan akan dibentuk dalam sepekan depan," imbuh Suhardiman.

Suhardiman menegaskan, bahwa dalam membentuk struktur itu dirinya akan merangkul semua kubu yang bersaing di Munas untuk masuk dalam kepengurusan Soksi periode 2010-2015.

"Prinsipnya kita akan rangkul semuanya karena mereka anak-anak saya dan kader terbaik Soksi," pungkasnya.[van/ims]

http://m.inilah.com/read/detail/565511/ical-ketua-pembina-konflik-soksi-selesai

Sek Jen Soksi: Lawrence TP. Siburian,Bacakan susunan pengurus SOKSI

Minggu, 27 Juni 2010

Sek Jen Soksi: Lawrence TP. Siburian,Bacakan susunan pengurus SOKSI

KOMPOSISI DAN PERSONALIA
DEWAN PIMPINAN NASIONAL SOKSI
MASA BHAKTI 2010 – 2015


Ketua Umum : Drs. H.Ade Komarudin, MH
Wakil Ketua Umum : Dra. Ria Rumata Aritonang, M.Si
Sekretaris Jenderal : Lawrence TP. Siburian, SH., MH., LL.M

1. Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan: Drs. H.Kahar Muzakir
2. Ketua Bidang Kaderisasi : Rasyidie Dharmawan
3. Ketua Bidang Idiologi dan Politik : H.Hardisoesilo
4. Ketua Bidang Hubungan antar Lembaga : Drs. Andi Purnoko, Ak.
5. Ketua Bidang Cendikiawan, Penelitian dan
Pengembangan : Ir. Johanes W. Nurwono. MBA
6. Ketua Bidang Komunikasi dan Sistim Informasi: Ir. H.T. Suriansyah, M.Si
7. Ketua Bidang Peranan Wanita, Kesetaraan Gender
Dan Perlindungan Anak : Hj. Itje Siti Dewi Kuraesin, S. Sos, MM
8. Ketua Bidang Ketenagakerjaan : Dr. Mathias Tambing, SH
9. Ketua Bidang Tani dan Nelayan : Mayjen(Purn)Yussuf Solichien
Martadiningrat M, P.hD
10. Ketua Bidang Pendidikan : Fatahillah Ramli, SE,.MH
11. Ketua Bidang Pertanian dan Kehutanan : Firman Subagyo, SE,.MH
12. Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan : Ir. Max Tehusalawany
13. Ketua Bidang Olah Raga dan Pemberantasan,

Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap
Narkotika (P4GN) : Dr. Capt. Anthon Sihombing
14. Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan : Drs. Nurdin Halid
15. Ketua Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral: Drs. Djoko Purwogemboro
16. Ketua Bidang Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan
Koperasi : Emir Baramuli, MBA
17. Ketua Bidang Infrastruktur &Perumahan Rakyat: Ir. Soeharsoyo
18. Ketua Bidang Pemerintahan & Otonomi Daerah: Dr. Dato. KRT. H.Indra Adnan
19. Ketua Bidang Hukum dan HAM : Drs. Agun Gunanjar Sudarsa, M.Si
20. Ketua Bidang Pertahanan dan Keamanan: Saud L. Tobing
21. Ketua Bidang Hubungan Internasional : Ir. H. Amri Siregar
22. Ketua Bidang Kerohanian : Nusron Wahid, SS
23. Ketua Bidang Seni dan Budaya : Tantowi Yahya
24. Ketua Bidang Pelajar, Mahasiswa dan Pemuda: Dewi Asmara Oetojo, SH.,MH.
25. Ketua Bidang Perindustrian : Gusti Anwar Alamsyah
26. Ketua Bidang Perdagangan : Y. Rawi Dandono, MBA
27. Ketua Bidang Kependudukan dan Kesehatan: dr. Charles J. Messang
28. Ketua Bidang Pengembangan Masyarakat dan
Lingkungan Hidup : dr. Hernalom Gultom
29. Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat : Ferdiansyah, SE,.MM
30. Ketua Bidang Kerjasama Ormas dan LSM: Drs. Valentino Barus





Sekretaris Jenderal : Lawrence TP. Siburian, SH., MH., LL.M

1. Wasekjen Bidang Organisasi dan Keanggotaan: Hakim Kamaruddin, S.Sos
2. Wasekjen Bidang Kaderisasi : Ir. Ichsan Firdaus
3. Wasekjen Bidang Ideologi dan Politik : Drs. R. Hadymartomo, SH
4. Wasekjen Bidang Hubungan Antar Lembaga: Ir.Ahmad Husin Siregar, MM
5. Wasekjen Bidang Cendikiawan, Penelitian dan
Pengembangan : Andi J. Rahman
6. Wasekjen Bidang Komunikasi dan Sistim Informasi: Tyas I. Iskandar, SH., MH
7. Wasekjen Bidang Peranan Wanita
Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak : Dra. Antarini Malik
8. Wasekjen Bidang Ketenagakerjaan : Eddy Susilo, SE
9. Wasekjen Bidang Tani dan Nelayan : Lasti Handini, M.Sc
10. Wasekjen Bidang Pendidikan : Taufan Eko Nugroho
11. Wasekjen Bidang Pertanian dan Kehutanan: M. Lutfi Alkatiri,SE
12. Wasekjen Bidang Kelautan dan Perikanan : Budi Santoso Rahman, SH., MH
13. Wasekjen Bidang Olahraga dan Pemberantasan,
Pencegahan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap
Narkotika (P4GN) : Siti Fathonah Suwandi, SE
14. Wasekjen Bidang Ekonomi dan Keuangan : Edison Betaubun, SH., MH
15. Wasekjen Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral : Wendy Nugraha, MBA
16. Wasekjen Bidang Usaha Mikro, Kecil&Menengah : Budi Ruseno, MBA
17. Wasekjen Bidang Infrastruktur&Perumahan Rakyat : Wira Putra Raymond
18. Wasekjen Bidang Pemerintahan &Otonomi Daerah : Dra. Endang Prihatini, M.Si
19. Wasekjen Bidang Hukum dan HAM : Yayat Y. Biaro
20. Wasekjen Bidang Pertahanan dan Keamanan : Mira Buanawaty, SH
21. Wasekjen Bidang Hubungan Internasional : Christina Aryani, SH., SE
22. Wasekjen Bidang Kerohanian : Drs. Joseph A. Naysoi
23. Wasekjen Bidang Seni Budaya dan Pariwisata : Nurohmah A. Mus
24. Wasekjen Bidang Pelajar, Mahasiswa dan Pemuda : Ir. Haris Ali Moerfi
25. Wasekjen Bidang Perindustrian : Dra. Eva Howan Tarigan
26. Wasekjen Bidang Perdagangan : Lalu Mara Satyawangsa
27. Wasekjen Bidang Kependudukan dan Kesehatan : Ir. Markus Nari, M.Si
28. Wasekjen Bidang Pengembangan Masyarakat dan
Lingkungan Hidup : Ir. Dipa Malik
29. Wasekjen Bidang Pengabdian Masyarakat : Drs. H. Bambang Haryono
30. Wasekjen Bidang Kerjasama Ormas dan LSM : Purwoko J. Sumantri, SH., MH
31. Wasekjen Bidang Umum : Zainal Abidin Husein, SE

Bendahara Umum : Melchias M. Mekkeng

1. Wabendum Bidang Organisasi dan Keanggotaan : Leonard Chendra, MIB
2. Wabendum Bidang Kaderisasi : Bobby Napitupulu, SE., MBA
3. Wabendum Bidang Ideologi dan Politik : Robby Sumendap
4. Wabendum Bidang Hubungan Antar Lembaga : Robert Joppy Kardinal
5. Wabendum Bidang Cendikiawan, Penelitian dan
Pengembangan : Drs. Hasanuddin
6. Wabendum Bidang Komunikasi&Sistim Informasi: Tana Karyani Suhardiman, B.Art


7. Wabendum Bidang Peranan Wanita
Kesetaraan Gender & Perlindungan Anak : Ny. Purnama Sitompul, SS
8. Wabendum Bidang Ketenagakerjaan : Rudy Sanyoto, SE
9. Wabendum Bidang Tani dan Nelayan : Chandra K. Dewi, SE., M.Si
10. Wabendum Bidang Pendidikan : Dra. Dewi P. Yunus
11. Wabendum Bidang Pertanian dan Kehutanan : Dra. Farida Effendi
12. Wabendum Bidang kelautan dan Perikanan : Finneke Awuy
13. Wabendum Bidang Olahraga dan Pemberantasan,
Pencegahan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap
Narkotika (P4GN) : Maya Wirdiani
14. Wabendum Bidang Ekonomi dan Keuangan : Eka Sastra
15. Wabendum Bidang Energi&Sumber Daya Mineral : Nung Widianingsih Frans
16. Wabendum Bidang Usaha Mikro, Kecil
Dan Menengah : Ivan D. Gultom
17. Wabendum Bidang Infrastruktur dan
Perumahan Rakyat : Irawadi D. Hanafi
18. Wabendum Bidang Pemerintahan & Otda : Supriyadi Syarif, SE., SH
19. Wabendum Bidang Hukum dan HAM : Andi Rio Idris, SH., M.Kn
20. Wabendum Bidang Pertahanan dan Keamanan : Galumbang Sitinjak, SE., Ak
21. Wabendum Bidang Hubungan Internasional : Aartje Loppies
22. Wabendum Bidang Kerohanian : Gousta Feriza, SH., MH
23. Wabendum Bidang Seni Budaya dan Pariwisata : Syakti Maya Lucida, SH
24. Wabendum Bidang Pelajar, Mahasiswa dan Pemuda: Rahman Akil, MA
25. Wabendum Bidang Perindustrian : Rahmat Taher, MBA
26. Wabendum Bidang Perdagangan :
27. Wabendum Bidang Kependudukan dan Kesehatan : Intan Katopo
28. Wabendum Bidang Pengembangan Masyarakat dan
Lingkungan Hidup : Dra.Winora Siregar
29. Wabendum Bidang Pengabdian Masyarakat : dr. Beetwen Lutham
30. Wabendum Bidang Kerjasama Ormas dan LSM : Ferry Tanto
31. Wabendum Bidang Umum : Debby Emelia

DEPARTEMEN-DEPARTEMEN

1. Departemen Organisasi dan Keanggotaan :

a. Helmi Zein
b. Tri Susilowaty, SH
c. Adi Sukemi
d. Irfan Syahrial

2. Departemen Kaderisasi :

a. Barita Richy Ricky
b. Fakhry R. Sudjana, SH
c. Joni Arifin
d. M. Supriyadi



3. Departemen Ideologi dan Politik :

a. dr.Harry Siregar
b. Tajom Sinambela, SH
c. Donny Iman Priambodo
d. Slamet Pramono, SE

4. Departemen Hubungan Antar Lembaga :

a. Abdulah Yasin Daulay
b. Yuliansyah, S.Sos
c. Stevanus Wadu
d. Andra Pitariasari, BBA

5. Departemen Cendikiawan, Penelitian dan Pengembangan :

a. Sidi Mawardi
b. Sari Yuliati
c. Mariam Alfiroh, SE
d. Eddy Budi Prabowo

6. Departemen Komunikasi dan Sistim Informasi :

a. Rusmin Effendi, SH
b. Rayi Tara Suhardiman
c. M. Lutfie
d. Moh. Ichsan

7. Departemen Peranan Wanita Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak :

a. Ir. Rini Siregar
b. Yussi Yusuf, SE
c. Yussi Fauziah
d. Marlen J. Petta, SH

8. Departemen Ketenagakerjaan :

a. H. Ali Akbar
b. Dra. Annie M. Simanjuntak
c. Mira Maharani
d. Dr. Ali An Seun Geun

9. Departemen Tani dan Nelayan :

a. Zulhendry Hasan, SH., MH
b. Eddy Soekwanto
c. Mikael Laba Kleden
d. Syarif Hidayat




10. Departemen Pendidikan :

a. Dr. Syahril Chaniago, MP.b
b. Max Akihary
c. Ir. Ali Muksin
d. Natasha Lutfie

11. Departemen Pertanian dan Kehutanan :

a. Ir. Aroem Sabil, M.Si
b. Putra Baskara Baramuli, MBA
c. Nurliah
d. Sonny Patiselano

12. Departemen Kelautan dan Perikanan :

a. Drs. Yoga Kumala, Dipl. PR, M.Si
b. Ir. Effendi Hutahaean, MM
c. Wahyu Sanjaya
d. Jeckson Ronald Sibarani


13. Departemen Olahraga dan Pemberantasan, Pencegahan, Penyalagunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) :

a. Pungky Sukmawaty
b. Andi Hidayat, SH
c. Arnaldi Ezra Baramuli
d. Jalu Akasah, SE

14. Departemen Ekonomi dan Keuangan :

a. Saidu Solihin
b. Helman Simanjuntak
c. Tony Mauritz Napitupulu
d. Hendrik L. Karo Sekali

15. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral :

a. Ir. Ramses Harianja
b. Yosia Lesley, SH
c. Togi B. Aritonang
d. Mahreje Wahab

16. Departemen Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi :

a. Ernawati Tahang
b. Roberto Hutapea
c. Stella Stevanie
d. Amin Sinaga

17. Departemen Infrastruktur dan Perumahan Rakyat :

a. Bachtiar Ravanela Ujung
b. Amalia Lase, SH., MH
c. Erman Purboyo
d. Fahrianto

18. Departemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah :

a. Drs. Fo Era Era Harefa
b. Nasrullah, SH
c. Husni Siregar
d. Ronny Wungkana

19. Departemen Hukum dan HAM :

a. Jurnalis Kamaru, SH
b. Andre Uniputty, SH
c. Ulises Tampubolon, SH., MH
d. Fitria Disah Djemat, SH
e. Darwis Marpaung, SH., MH

20. Departemen Pertahanan dan Keamanan :

a. Sangga Sinambela, SH., MH
b. Pinto Jayanegara
c. Mario W. Tanasale, SH., MH
d. Dorel Almir, SH

21. Departemen Hubungan Internasional :

a. Tjut Shanaz, SH., MH
b. Jim Lomen Sihombing, SE
c. Ratih Yulianti
d. Tiar Rossa Sinaga, SH., MM

22. Departemen Kerohanian :

a. Hj. Arofah Nizarwan
b. M. Sayidi
c. Taufik Rahman, S.Ag
d. Dra. Netty Elida. H. MM

23. Departemen Seni Budaya dan Pariswisata :

a. Vivi Effendi
b. Joice Asa
c. Gammal Asgar, SE
d. Drs. Moh. Shopani

24. Departemen Pelajar, Mahasiswa dan Pemuda :

a. David Situmorang, SE., M.Si
b. Soraya M. Sultan, SH
c. Ismail
d. M. Asep Solihin

25. Departemen Perindustrian :

a. DR. Hotner Tampubolon, MM
b. Dra. Nur Dekryanti Juliah, M.Pd
c. Andrew Simatupang, SH
d. Eko Andryanto, SE

26. Departemen Perdagangan :

a. Iras Tiur Maria
b. Rahmat Sugarwanto
c. Dondi Rifardi
d. Ir. Abdul Firman

27. Departemen Kependudukan dan Kesehatan

a. Viktor Nadapdap, SH., MH
b. Yurike Sari
c. Radityo Muhammad
d. Drs. Achmad Annama Chayat

28. Departemen Pengembangan Masyarakat dan Lingkungan Hidup :

a. Drs. Talul Ludofikus Korbaffo, BA
b. M. Yusuf, S.Kel., M.Si
c. Nungky
d. Nouval Al Rasyid, SH


29. Departemen Pangabdian Masyarakat :

a. Fanuel R. Guyana, SH., MH
b. James Sihombing, SH
c. Ahmad Husein, SE., MBA
d. Juniarto

30. Departemen Kerjasama Ormas dan LSM :

a. Junianto, S. Sos
b. Hendry P.H. SI.P
c. William Yioda
d. Drs. JB. A. Puhar, S.Sos

http://proteksinews.blogspot.com/2010/06/sek-jen-soksi-lawrence-tp.html

Ade Komaruddin Pimpin DEPINAS SOKSI 2010-2015

Ade Komaruddin Pimpin DEPINAS SOKSI 2010-2015

Jakarta
16:40 Sun, 27 Jun 2010
6

Jurnas.com | Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Aburizal Bakrie mengakui terpilihnya Ade Komaruddin sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas Soksi) hasil Munas IX sebagai kepengurusan yang sah dan legal.

"Saya telah membaca semua dokumen, catatan-catatan dan melihat videonya selama munas dan semuanya legal dan sah. Sebagai kader Soksi, saya datang kesini," ujar Ical panggilan Aburizal Bakrie pada acara pengukuhan dan pelantikan Depinas Soksi masa bhakti 2010-2015 di Crowne Plaza Hotel di Jakarta, Jumat (25/6) malam, akhir minggu lalu.

Pelantikan kepengurusan Soksi yang berlangsung meriah itu juga dihadiri 33 Depidar se-Indonesia. Juga hadir beberapa tokoh Golkar seperti pendiri SOKSI Suhardiman, Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Akbar Tandjung, Bendahara Umum Setya Novanto, Ketua DPP Golkar Rambe Kamaruzaman dan Rully Chaerul Azwar, Sekjen Kosgoro 1957 Syamsul Bahri serta ratusan kader Soksi dan Partai Golkar.

Menurut Ical, sekalipun terlambat menghadiri acara pengukuhan, dirinya sudah menugaskan Ketua DPP Partai Golkar Bidang Ormas Rambe Kamaruzzaman untuk meneliti semua dokumen dan catatan yang ada berkenaan pelaksanaan Munas IX Soksi yang dilaksanakan pada 20-23 Mei 2010 lalu. Dikatakan Ical, meski pelaksanaan munas itu berlangsung deadlock sehingga diambilalih pendiri Soksi Prof Suhardiman demi eksistensi serta menyelamatkan organisasi sesuai kewenangan yang diatur dalam Anggaran Dasar Soksi.

Dalam siaran pers yang diterima Jurnal Nasional menyebutkan, pendiri Soksi akhirnya menetapkan Ade Komaruddin sebagai ketua umum Depinas didampingi Sekjen Lawrence TP Siburian. Sedangkan Ketua Dewan Pembina Soksi dipilih Aburizal Bakrie selaku
ekofficio ketua umum DPP Partai Golkar.

"Sebagai kader Soksi, saya sudah memenuhi permintaan pendiri untuk menjadi ketua dewan Pembina. Karena itu, saya minta para pengurus Soksi yang baru untuk terus melakukan pendekatan terhadap semua pihak. Saya harapkan Soksi tetap solid," tegas Ical.

Ical juga berharap, kedepan Soksi lebih menempatkan peran dan kiprahnya sebagai organisasi gagasan yang mampu melahirkan ide-ide yang kreatif dan inovatif karena masyarakat Indonesia kedepan harus dibiasakan bertukar gagasan dan melakukan perdebatan ide tanpa ada permusuhan.

"Kita harus mengakui bahwa masyarakat kita memang belum terbiasa melakukan perdebatan terbuka dan masih mengganggap setiap perbedaan pendapat identik dengan permusuhan. Apalagi dalam setiap pemilihan, jangan sampai ada yang kalah merasa dikalahkan dan yang menang harus merangkul yang kalah," ujarnya.

Kader Comberan

Pendiri Soksi Prof. Dr Suhardiman dalam pidato politiknya mengaku prihatin ada sebagian kader yang senantiasa setia dan tekun meski menghadapi tantangan kehidupan yang tidak mudah. Tapi, ada juga kader yang tidak tahu diri dan kader loyang.

"Ada pula kader yang saya angkat dari comberan, kemudian melupakan saya dan Soksi.
Begitu pula kader yang saya bantu merangkak dari bawah menjadi anggota DPRD bahkan bisa menjadi petinggi Partai Golkar, tapi kemudian mengkhianati saya. Untuk menghadapi para pengkhianat demi menjaga eksistensi dan kewibawaan organisasi, saya minta Depinas Soksi jangan ragu menegakkan prinsip to kill or to be kill," ujarnya.
Menurut Suhardiman, seorang pemimpin itu wajib membantu anak buah di mana pun berada, karena itu bukan berarti bahwa kader harus membalas budi.

"Kalau ada kader yang sudah saya bantu dan mendapatkan berbagai posisi karena
Soksi, tapi kemudian mengkhianati Soksi, itu namanya kader tidak tahu diri alias keterlaluan," kata dia.

Dia mengakui, dinamika dan romantika yang terjadi di internal Soksi belakangan ini harus dihadapi sekaligus tantangan bagi pengurus Depinas Soksi
periode 2010-2015. Oleh karena itu, Depinas Soksi kedepan harus mampu menjawab tantangan dengan melakukan konsolidasi dan program aksi yang jelas demi kepentingan rakyat kecil.

Jika ada gerakan liar yang ada saat ini jangan terlalu dipusingkan. Ibarat pepatah, anjing menggonggong kafilah berlalu.

"Buktikan eksistensi pengurus dengan kegiatan yang berorientasi bagi kepentingan dan kemaslahatan masyarakat. Saya kira, hanya dengan cara seperti itu eksistensi Soksi akan tetap terjaga," tandasnya.

Suhardiman juga mengimbau kepada kader-kader Soksi untuk senantiasa
membangun semangat kebersamaan, kekeluargaan dan gotong royong sebagai wujud kecintaan kepada organisasi. Wujud jawaban terhadap dinamika dan romantika
tantangan Soksi saat ini adalah melakukan revitalisasi fungsi dan peran organisasi.

Revitalisasi gerakan yang dimulai dengan kembali ke jati diri Soksi, back to origin, kembali ke semangat awal pendiriaannya, yaitu semangat sosialisme Pancasila.
"Itulah dasar dan pondasi bagi gerakan dan
langkah Soksi kedepan," katanya.Â

Catur Bangkit Soksi

Sementara itu, Ketua Umum Depinas Soksi Ade Komarudin dalam sambutannya mencanangkan program Catur Bangkit Soksi sebagai implementasi dari program kepengurusan Soksi lima tahun kedepan.

"Saya menyadari bahwa setiap periode kepengurusan memiliki tantangan yang berbeda dan akan dihadapi dengan strategi dan cara yang berbeda pula. Yang pasti kedepan, saya akan menciptakan sejarah baru kebangkitan kembali SOKSI. Karena itu, perkenankan saya mencanangkan program Catur Bangkit Soksi," kata Ade Komaruddin yang juga anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar ini.

Menurut Ade, program ini adalah bagian dari keinginan dan tujuan untuk mewujudkan era emas kebangkitan Soksi dalam lima tahun kedepan.

Ia optimistis, hanya dengan kerja keras, ketekunan, kejujuran dan hati yang bersih, kesetiaan dan komitmen, kerja sama dan dukungan semua pihak akan menjadi kekuatan mewujudkan program ini.

Menurut Ade Komarudin, program pertama yang akan dicapai adalah menguatkan struktur kelembagaan SOKSI sampai ke tingkat Dewan Pimpinan Ranting di seluruh Tanah Air.

Program ini dinamakan kebangkitan organisasi. Program ini bukan hanya untuk konsolidasi semata, tetapi merupakan upaya menciptakan peluang pemberdayaan dan promosi kader-kader potensial Soksi untuk menunjukkan pengabdian dan loyalitasnya, baik melalui promosi kader di struktur internal Soksi, maupun upaya memperjuangkan penempatan para kader potensial untuk berkiprah dan mengabdi pada jabatan-jabatan politik pemerintahan dan sosial kemasyarakatan.

Dia juga mengakui, Munas IX Soksi yang baru lalu telah memberikan banyak pekerjaan rumah, tidak hanya penguatan konsolidasi organisasi, tetapi lebih dari itu harus berupaya agar kelembagaan SOKSI mulai dari tingkat nasional sampai tingkat
ranting didorong untuk menjalankan roda organisasi secara benar dengan bersama-sama memiliki tujuan dan arah kedepan yang lebih jelas.

Selain itu, dalam upaya mendorong kebangkitan organisasi, Soksi sebagai salah satu pendiri Sekber Golkar yang sekarang ini menjadi Partai Golongan Karya dituntut terlibat secara aktif membesarkan Golkar. Ikatan historis dan
emosional antara Soksi dan Partai Golkar tidak dapat terpisahkan.

"Kita akan selalu menjaga harmonisasi dalam hubungan yang saling menguntungkan, simbiosa mutualisme. Bagaimana pun, Golkar sangat tergantung pada eksistensi Soksi, sebaliknya Soksi juga bergantung pada eksistensi Golkar. Karena itu, kedepan Soksi harus terlibat secara aktif dalam merebut kembali kejayaan Golkar sebagaimana yang kita telah lakukan pada masa-masa sebelumnya.

Menurut Ade Komarudin, partai Golkar adalah peluang dan pilihan yang terbuka bagi Soksi untuk mendayagunakan kader-kader terbaiknya di lembaga legislatif, baik di DPR RI, maupun DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Melalui Partai Golkar, lanjut Ade, kita akan mendorong pendayagunaan kader-kader terbaik Soksi di lembaga-lembaga negara, serta pada jabatan-jabatan strategis lainnya. Yang lebih utama, kata dia, melalui Partai Golkar, kader bangsa yang dibentuk melalui Soksi dapat menunjukkan dharma baktinya kepada kepentingan masyarakat dan bangsa serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Untuk itulah, maka Soksi harus proaktif memperjuangkan kembalinya kejayaan Partai Golkar," ujar dia.

Kebangkitan yang kedua, lanjut dia, program kaderisasi secara intensif di semua tingkatan. Pendiri Soksi berkeinginan agar organisasi ini tidak hanya menghasilkan kader untuk kepentingan diri sendiri, tapi mampu
melahirkan kader bangsa yang memiliki semangat pengabdian untuk kepentingan NKRI, sehingga program kaderisasi di Soksi disebut sebagai Pendidikan Politik Kader Bangsa.

Jika itu berjalan dengan intensif pada semua tingkatan, maka era kebangkitan
dalam proses regenerasi di tubuh Soksi dapat terwujud dan berjalan mulus. Paling tidak, dalam waktu setahun kedepan,proses regenerasi di tubuh Soksi akan mengisi seluruh kekosongan kepengurusan di seluruh jajaran dan
melahirkan kader-kader yang memiliki militansi untuk mensukseskan program organisasi.

Kedepan, Soksi harus menjadi bagian dari organisasi yang secara sungguh-sungguh memperjuangkan kemakmuran rakyat yang harus menjadi tujuan bersama dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Diakui atau tidak, kenyataan kehidupan berbangsa saat ini masih jauh dari cita-cita yang ada, dengan tetap tingginya angka kemiskinan dan pengangguran. Ada jurang yang luar biasa antara cita-cita di hari kemarin dan kenyataan di hari ini. Ada jurang yang luar biasa antara cita-cita luhur
proklamasi kemerdekaan dengan kenyataan yang ada saat ini. Kedepan,
sudah saatnya kita meninjau ulang model
pembangunan nasional saat ini.

"Untuk itu, Soksi akan mendorong agar model pembangunan nasional kedepan adalah model pembangunan yang berkeadilan sosial dan menumbuhkan praktik demokrasi secara sehat dan kompetitif, apalagi demokrasi yang dikembangkan Soksi adalah demokrasi Pancasila, yaitu demokrasi yang mendauhulukan musyawarah dan mufakat, sebelum akhirnya dalam keadaan terpaksa harus ada voting.

"Karena kita menyadarinya, voting ternyata menyuburkan praktek money politik yang justru merusak sendi-sendi demokrasi itu sendiri. Kita menyadarinya pula, demokrasi hanya alat untuk mencapai
cita-cita bersama kita mensejahterakan rakyat, tapi bukan tujuan dengan menghalalkan segara cara," ujar dia.*** Friederich Batari

Penulis: Friederich Batari

http://www.jurnas.com/news/2067/Ade_Komaruddin_Pimpin_DEPINAS_SOKSI_2010-2015/597/nasional

Ical: Ade Ketum SOKSI

Ical: Ade Ketum SOKSI

Headlines | Sun, Jun 27, 2010 at 06:11 | Jakarta, matanews.com

(*matanews/jo)

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Aburizal Bakrie menegaskan, terpilihnya Ade Komaruddin sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) adalah sah dan legal.

“Saya telah membaca semua dokumen, catatan-catatan dan melihat videonya, semuanya legal dan sah,” kata Aburizal Bakrie di Jakarta, Sabtu.

Ical mengatakan, sebelumnya telah menugaskan Ketua DPP Partai Golkar Rambe Kamaruzzaman untuk meneliti semua dokumen dan catatan yang ada berkenaan pelaksanaan Munas IX SOKSI.

Pada Munas IX yang dilaksanakan 20-23 Mei 2010 telah terjadi kebuntuan sehingga pendiri SOKSI Prof Suhardiman mengambil alih kewenangan. Pendiri akhirnya menetapkan Ade Komaruddin sebagai Ketum Depinas SOKSI. Namun kandidat lainnya, yakni Rusli Zaenal dan pendukungnya menilai tindakan pendiri tersebut telah melanggar aturan.

Ical meminta pengurus SOKSI yang baru untuk terus melakukan pendekatan kepada kubu Rusli Zaenal. “Terus lakukan pendekatan. Saya harapkan SOKSI tetap solid,” kata Ical.

Ical juga meminta SOKSI lebih menempatkan diri sebagai organisasi gagasan. Menurut Ical, masyarakat Indonesia ke depan harus dibiasakan bertukar gagasan dan melakukan perdebatan ide.

“Ke depan masyarakat harus dibiasanya adanya perbedaan pendapat dan ide, tetapi tanpa ada permusuhan,” kata Ical. (*an/bo)

http://matanews.com/2010/06/27/ical-ade-ketum-soksi/